Zona Ponti

Dari Media Sosial ke Deepfake, Kasus di Untan Jadi Peringatan Bahaya Penyalahgunaan AI

Keresahan menyelimuti sejumlah mahasiswi setelah dugaan penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membuat foto deepfake vulgar mencuat di lingkungan Universitas Tanjungpura

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Keresahan menyelimuti sejumlah mahasiswi setelah dugaan penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membuat foto deepfake vulgar mencuat di lingkungan Universitas Tanjungpura. Kasus ini menjadi perbincangan luas di kalangan mahasiswa dan masyarakat karena dinilai mengancam privasi serta rasa aman perempuan di ruang digital.

Informasi mengenai dugaan tersebut pertama kali menyebar dari lingkungan perkuliahan. Beberapa korban disebut mengetahui foto mereka diduga diedit menjadi gambar tidak senonoh tanpa izin. Foto-foto itu diduga diambil dari media sosial hingga dokumentasi bersama yang sebelumnya dianggap aman untuk konsumsi pribadi maupun pertemanan.

Bagi para korban, persoalan ini bukan sekadar pelanggaran teknologi, tetapi juga menyangkut rasa takut, malu, dan kekhawatiran terhadap dampak psikologis maupun sosial yang bisa berkepanjangan. Di tengah perkembangan teknologi AI yang semakin mudah diakses, banyak masyarakat mulai mempertanyakan batas keamanan data pribadi dan penggunaan foto di internet.

Rektor Universitas Tanjungpura memastikan kampus tidak akan tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Pihak kampus menegaskan akan mengambil langkah tegas apabila dugaan pelanggaran terbukti setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan. Penanganan kasus turut melibatkan satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi guna memberikan perlindungan kepada korban.

Di kalangan mahasiswa, kasus ini memunculkan dorongan agar edukasi literasi digital dan etika penggunaan AI semakin diperkuat. Banyak mahasiswa menilai kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas dan pendidikan, bukan digunakan untuk merugikan atau mempermalukan orang lain.

Sejumlah warga juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penyalahgunaan AI yang kini semakin mudah digunakan melalui berbagai aplikasi digital. Mereka berharap kasus ini menjadi pembelajaran bersama agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyimpan maupun membagikan foto pribadi di media sosial.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi membawa tantangan baru bagi kehidupan sosial. Di satu sisi AI membuka banyak peluang, namun di sisi lain juga menghadirkan risiko apabila digunakan tanpa tanggung jawab dan empati terhadap sesama. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan