Warga Kalbar Butuh Kepastian di Tengah Pemadaman Listrik, PMM Desak PLN Perkuat Transparansi
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Pemadaman listrik yang terjadi di berbagai wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir terus memengaruhi aktivitas masyarakat. Mulai dari kegiatan belajar, pelayanan publik, usaha kecil, hingga kebutuhan rumah tangga terganggu akibat pasokan listrik yang belum sepenuhnya stabil.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat tidak hanya berharap listrik segera kembali normal, tetapi juga menginginkan informasi yang jelas mengenai proses pemulihan. Kepastian mengenai wilayah yang terdampak, progres perbaikan, hingga perkiraan waktu normalisasi dinilai penting agar warga dapat menyesuaikan aktivitas dan meminimalkan kerugian.
Persatuan Mahasiswa Melayu (PMM) Kalimantan Barat menilai kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang terbuka harus menjadi perhatian utama. Ketua Umum PMM Kalbar, Ferdiansyah, mengatakan masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang mudah diakses dan diperbarui secara berkala selama proses pemulihan berlangsung.
“Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas, terbuka, dan tepat waktu. Kami mendorong PLN UID Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan transparansi dan tanggung jawab dalam menyampaikan perkembangan pemulihan. Jangan sampai masyarakat terus menunggu tanpa kepastian,” ujarnya.
Menurut PMM, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Selama proses perbaikan berlangsung, warga membutuhkan pembaruan mengenai kondisi sistem kelistrikan, wilayah yang masih mengalami pemadaman, langkah-langkah perbaikan yang dilakukan, serta estimasi waktu pemulihan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat, PMM Kalbar meminta PLN UID Kalimantan Barat untuk memberikan informasi perkembangan pemulihan secara terbuka dan rutin, menyampaikan estimasi waktu normalisasi yang jelas beserta pembaruannya jika terjadi perubahan kondisi di lapangan, serta menjelaskan wilayah terdampak dan progres perbaikan yang sedang berlangsung.
Selain itu, PMM juga mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan agar gangguan serupa tidak kembali terjadi. Organisasi tersebut juga mengusulkan adanya ruang dialog antara PLN, masyarakat, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan publik.
Ferdiansyah menegaskan bahwa pihaknya mendukung seluruh upaya percepatan pemulihan yang dilakukan PLN. Namun, menurutnya, proses tersebut perlu diiringi komunikasi yang baik agar masyarakat tidak dibingungkan oleh minimnya informasi maupun munculnya berbagai spekulasi.
“Kami tidak hanya menunggu listrik kembali normal, tetapi juga menginginkan adanya kepastian, keterbukaan, dan komunikasi yang baik dari penyelenggara layanan publik. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui pelayanan yang profesional dan informasi yang transparan,” tegasnya.
PMM Kalbar berharap seluruh sistem kelistrikan di Kalimantan Barat dapat segera pulih sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Organisasi tersebut juga menyatakan akan terus mengawal perkembangan penanganan pemadaman sebagai bentuk kepedulian terhadap hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik yang berkualitas.
Apabila ke depan masih ditemukan minimnya keterbukaan informasi atau belum adanya kejelasan mengenai proses pemulihan, PMM Kalbar berencana mengajukan audiensi resmi dengan PLN UID Kalimantan Barat. Langkah tersebut dimaksudkan untuk memperoleh penjelasan secara langsung sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat secara dialogis dan konstruktif. (*ed)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

