Kota Pontianak Target Juara Karya Tulis Ilmiah Hadis pada MTQ Kalbar 2026
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Persiapan peserta Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH) Kota Pontianak menjelang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat terus dimatangkan. Tidak hanya menguasai teori, para peserta juga dibekali kemampuan untuk menghubungkan nilai-nilai hadis dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi nilai lebih saat mereka tampil di ajang bergengsi tersebut.
Pelatih KTIH Kota Pontianak, Assoc Prof. Dr. Syamsul Kurniawan, menjelaskan bahwa proses pembinaan dilakukan secara intensif agar peserta memiliki kemampuan akademik yang kuat sekaligus mampu menyampaikan gagasan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, penyusunan karya tulis ilmiah hadis bukan sekadar memahami isi hadis secara tekstual. Peserta juga dituntut mampu mengkaji keabsahan hadis melalui sanad dan matannya, kemudian mengembangkannya menjadi kajian ilmiah yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan kontemporer.
“Peserta kami tidak hanya dilatih memahami sanad dan matan hadis secara mendalam, tetapi juga bagaimana mengontekstualisasikan kandungan hadis dengan isu-isu kekinian yang berkembang di tengah masyarakat. Dengan begitu, karya ilmiah yang disusun tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi mampu memberikan perspektif dan solusi berdasarkan ajaran Islam,” ujarnya.
Dua peserta yang akan mewakili Kota Pontianak pada cabang KTIH adalah Walidul Mustofa dan Utin Darma Ranti. Keduanya menjalani pembinaan secara rutin melalui pendalaman literatur hadis, metodologi penelitian ilmiah, teknik penulisan akademik, hingga simulasi presentasi dan sesi tanya jawab sebagaimana yang akan dihadapi saat perlombaan.
Selama masa pelatihan, keduanya juga didorong untuk memperluas referensi dari berbagai kitab hadis, jurnal ilmiah, serta literatur pendukung lainnya. Hal ini bertujuan agar argumentasi yang disampaikan dalam karya tulis memiliki landasan ilmiah yang kuat serta mampu dipertanggungjawabkan secara akademik.
Assoc. Prof. Dr. Syamsul menilai perkembangan kemampuan kedua peserta menunjukkan tren yang positif. Mereka semakin percaya diri dalam menyampaikan hasil kajian, mampu menyusun argumentasi secara sistematis, serta menghubungkan nilai-nilai hadis dengan tantangan kehidupan modern, seperti perkembangan teknologi, pendidikan, kehidupan sosial, hingga penguatan karakter generasi muda.
Ia optimistis kerja keras selama masa pembinaan akan memberikan hasil yang maksimal. Kota Pontianak pun menargetkan mampu meraih prestasi terbaik pada cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis di MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun ini.
“Persiapan yang dilakukan sudah sangat optimal. Kami menargetkan bisa menjadi juara pada cabang KTIH. Tentu target ini harus dibarengi dengan kerja keras, kedisiplinan, serta doa agar peserta mampu tampil maksimal saat perlombaan,” katanya.
Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis merupakan salah satu kategori yang menuntut perpaduan antara penguasaan ilmu hadis, kemampuan penelitian, analisis kritis, dan penyampaian gagasan secara ilmiah. Karena itu, proses pembinaan tidak hanya berfokus pada materi keagamaan, tetapi juga melatih kemampuan berpikir analitis, menyusun karya ilmiah yang sistematis, serta mempertahankan argumentasi di hadapan dewan hakim.
Dengan persiapan yang semakin matang, Kota Pontianak berharap Walidul Mustofa dan Utin Darma Ranti mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah. Keberhasilan di cabang KTIH diharapkan menjadi bukti bahwa generasi muda Pontianak tidak hanya memiliki pemahaman keislaman yang baik, tetapi juga mampu menghadirkan pemikiran ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di era modern. (*Fhn)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

