Zona Ponti

Edi Rusdi Kamtono Raih Tokoh Inspiratif Tribun Awards 2026, Empat Penghargaan untuk Pemkot Pontianak

Edi Rusdi Kamtono dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif Tribun Awards 2026. Pemkot Pontianak juga meraih empat penghargaan atas pelayanan dan inovasi.

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Upaya Pemerintah Kota Pontianak meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat mendapat apresiasi dalam Tribun Awards 2026.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif Tribun Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas kiprah dan komitmennya dalam mendorong pembangunan yang humanis, berkelanjutan, serta peningkatan pelayanan publik di Kota Pontianak.

Tidak hanya wali kota, Pemerintah Kota Pontianak juga membawa pulang empat penghargaan. Masing-masing sebagai Pemda dengan Tata Kelola Sanitasi Terbaik di Kalimantan Barat, Pelayanan Kesehatan Terbaik di Kalimantan Barat, Pemerintah Kota dengan Inovasi Pelayanan Laboratorium Digital yang Mudah, Cepat, dan Konsisten, serta Partisipasi Sosialisasi Terbaik Pengendalian Gratifikasi.

Penghargaan tersebut menjadi gambaran atas berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang semakin mudah dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Edi menyampaikan apresiasi kepada Tribun Pontianak yang telah memberikan penghargaan sekaligus ruang bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan evaluasi dan memperbaiki pelayanan.

Menurutnya, penghargaan bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi penyemangat agar pemerintah daerah tidak berhenti berinovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kita hadir dalam rangka Tribun Awards 2026. Saya atas nama Pemerintah Kota Pontianak mengapresiasi kegiatan ini yang memberikan motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya usai penyerahan penghargaan di Hotel Novotel, Rabu (26/8/2026).

Kemajuan Pontianak Bergantung pada Kemajuan Daerah Lain

Edi menilai tema kolaborasi untuk Kalbar tangguh sangat sesuai dengan kondisi Kalimantan Barat saat ini.

Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan hingga tantangan pembangunan, menurutnya tidak dapat diselesaikan oleh satu daerah saja.

Pontianak sebagai ibu kota provinsi juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Barat. Setiap hari, masyarakat dari berbagai daerah datang ke Pontianak untuk bekerja, bersekolah, mendapatkan layanan kesehatan, menjalankan usaha hingga beraktivitas di sektor jasa.

“Pontianak tidak ada apa-apanya kalau tidak ada dukungan dari kabupaten/kota se-Kalbar, termasuk provinsi. Majunya Pontianak karena majunya juga daerah-daerah,” jelasnya.

Karena itu, Edi melihat kemajuan daerah lain secara langsung maupun tidak langsung ikut mendorong pertumbuhan Pontianak.

Ketika perekonomian daerah berkembang, masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik dan mobilitas meningkat. Pontianak pun ikut mendapatkan dampaknya melalui aktivitas perdagangan, pendidikan, jasa dan kunjungan masyarakat.

“Kalau Singkawang maju, Pontianak juga maju. Daerah-daerah maju dan makmur, Pontianak juga mendapat PAD yang besar. Warganya pasti healing ke Pontianak, anaknya sekolah di Pontianak,” katanya.

Edi menyebutkan, lebih dari 45 ribu mahasiswa saat ini menempuh pendidikan di Kota Pontianak. Mereka tidak hanya berasal dari Pontianak, tetapi juga dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, bahkan dari luar provinsi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pontianak memiliki peran sebagai salah satu pusat pendidikan, ekonomi, jasa dan pelayanan bagi masyarakat di wilayah Kalbar.

Konektivitas Mempermudah Masyarakat

Untuk memperkuat hubungan tersebut, Edi menilai konektivitas antardaerah menjadi salah satu kebutuhan penting.

Infrastruktur transportasi yang semakin baik akan memudahkan masyarakat bepergian, memperlancar distribusi barang, membuka akses ekonomi dan mempercepat hubungan antara Pontianak dengan daerah lain.

“Kalau transportasinya lancar, insyaallah hubungan kita semakin dekat, semakin cepat, dan Kalbar akan semakin maju,” ujarnya.

Menurut Edi, pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan fisik. Infrastruktur harus mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas.

Tantangan Fiskal Tetap Dihadapi

Edi juga menyampaikan bahwa penghargaan yang diterima tidak terlepas dari kerja seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak.

Ia menegaskan, memberikan pelayanan kepada masyarakat merupakan kewajiban pemerintah dan kepala daerah sebagaimana telah diamanahkan dalam undang-undang.

Namun, di tengah kebutuhan pelayanan yang terus meningkat, pemerintah daerah juga harus berhadapan dengan keterbatasan anggaran.

Pada periode pertama kepemimpinannya, Pemkot Pontianak menghadapi pandemi Covid-19 yang menyebabkan refocusing anggaran dalam jumlah besar.

“Dulu tahun 2020 kita dihadapkan dengan Covid-19, sehingga ada refocusing anggaran yang sangat besar, hampir Rp500 miliar, yang kita alokasikan untuk kesehatan, sosial, menggratiskan PDAM, dan seterusnya,” jelasnya.

Memasuki periode kedua kepemimpinannya, tantangan fiskal kembali dirasakan melalui kebijakan penghematan dan pengurangan dana transfer ke daerah.

“Di periode kedua ini, 2025 dan 2026, kita dihadapkan dengan penghematan dan pengurangan dana TKD. Semua daerah merasakan berat dengan kemampuan fiskal yang terbatas,” katanya.

Meski ruang fiskal terbatas, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan berkualitas tidak ikut berkurang.

Karena itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

Dunia Usaha Diajak Ikut Bantu Masyarakat

Edi mendorong keterlibatan dunia usaha, BUMN, BUMD dan berbagai perusahaan untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, kontribusi dunia usaha dapat membantu pemerintah menangani berbagai persoalan masyarakat, terutama ketika kemampuan anggaran pemerintah terbatas.

“Oleh sebab itu diperlukan kolaborasi, terutama dunia usaha, BUMN, BUMD, dan perusahaan-perusahaan. Harusnya ikut memikirkan masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya.

Salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan adalah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Dukungan tersebut dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari infrastruktur, sosial, ekonomi hingga program yang secara langsung membantu masyarakat.

“Saya mengapresiasi apabila dunia usaha ikut melalui dana CSR, baik untuk infrastruktur, sosial, ekonomi, maupun masalah-masalah lainnya,” katanya.

Membangun Pontianak yang Humanis

Edi menyadari masih banyak persoalan yang harus diselesaikan bersama di Kalimantan Barat. Kemiskinan, pengangguran hingga bencana alam masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Di Kota Pontianak, persoalan ketenagakerjaan dan pengangguran juga menjadi bagian dari pekerjaan rumah yang harus ditangani secara berkelanjutan.

Karena itu, pembangunan kota menurut Edi harus tetap menempatkan masyarakat sebagai bagian utama.

Pontianak tidak hanya ingin berkembang dari sisi fisik, tetapi juga menjadi kota yang nyaman, manusiawi, memiliki pelayanan publik yang baik dan mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh.

“Intinya kita ingin membangun kota yang humanis dan representatif. Mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak, infrastruktur Kota Pontianak bisa semakin baik dan ikut memajukan Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Bagi Pemkot Pontianak, penghargaan Tribun Awards 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai capaian. Pengakuan tersebut menjadi dorongan agar pelayanan publik terus diperbaiki, inovasi diperluas dan pembangunan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan