Air Sungai Kapuas Makin Asin, Warga Pontianak Bisa Ambil Air Tawar Gratis
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Persoalan air bersih yang dirasakan warga Pontianak akibat intrusi air laut mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.
Di tengah kondisi air baku Sungai Kapuas yang mengalami peningkatan kadar garam, masyarakat kini dapat memperoleh air tawar secara gratis di sejumlah titik yang telah disiapkan.
Langkah tersebut menjadi bentuk pelayanan darurat agar kebutuhan warga, terutama untuk minum dan memasak, tetap terpenuhi ketika kualitas air baku mengalami gangguan.
Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menyiapkan sekitar 1.500 meter kubik air tawar untuk membantu masyarakat. Warga dapat membawa galon, jeriken, maupun wadah air lainnya untuk mengambil air yang telah disediakan.
Penyediaan air tawar gratis ini sekaligus menjadi perhatian pemerintah agar persoalan intrusi air laut tidak semakin membebani masyarakat.
Intrusi air laut terjadi ketika air laut masuk ke aliran Sungai Kapuas akibat kondisi debit air yang menurun. Kondisi tersebut menyebabkan air baku yang menjadi salah satu sumber pengolahan air bersih Kota Pontianak mengalami peningkatan salinitas.
Bagi masyarakat, dampaknya bukan sekadar perubahan rasa air. Kondisi tersebut menyangkut kebutuhan sehari-hari karena air digunakan untuk memasak, minum, mandi, mencuci, hingga berbagai aktivitas rumah tangga.
Karena itu, pemerintah mengambil langkah untuk memastikan warga tetap memiliki akses terhadap air tawar.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Abdullah, memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi perhatian utama di tengah kondisi sumber air baku yang sedang menghadapi tekanan.
Selain membuka titik pengambilan air tawar gratis, distribusi menggunakan mobil tangki juga dipersiapkan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama kawasan yang mengalami keterbatasan akses terhadap air tawar.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi warga sembari pemerintah dan Perumda melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan pasokan air bersih Kota Pontianak.
Pemkot Pontianak juga mengoptimalkan sumber air baku alternatif melalui Waduk Penepat di Kabupaten Kubu Raya. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penyangga kebutuhan air baku ketika Sungai Kapuas mengalami kondisi yang tidak mendukung.
Upaya tersebut menjadi penting karena kebutuhan air masyarakat tidak dapat dihentikan meskipun kondisi alam sedang berubah.
Bagi warga Pontianak, ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan pelayanan publik, tetapi kebutuhan dasar yang harus tetap tersedia setiap hari.
Karena itu, penyediaan air tawar gratis, distribusi menggunakan mobil tangki, serta percepatan penguatan sumber air baku alternatif menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat tetap mendapatkan air yang layak digunakan.
Di tengah intrusi air laut yang masih menjadi tantangan, pesan terpenting dari kebijakan tersebut adalah masyarakat tetap harus mendapatkan akses air tawar, sementara pemerintah terus mencari solusi agar persoalan sumber air baku tidak menjadi krisis berkepanjangan di Kota Pontianak. (*ed)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

