Pesparani Katolik III Perkuat Persaudaraan dan Harmoni Masyarakat Pontianak
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Alunan suara dan harmonisasi dalam Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) menjadi bagian dari upaya memperkuat keimanan sekaligus merawat persaudaraan masyarakat di Kota Pontianak. Kegiatan keagamaan ini tidak hanya menjadi ruang bagi umat untuk menampilkan bakat seni suara, tetapi juga mempererat silaturahmi dan membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pesparani memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perlombaan paduan suara. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan sikap saling menghormati antarmasyarakat.
“Pesparani ini jangan hanya dimaknai sebagai mendengarkan atau menyanyikan lagu-lagu yang indah dan harmonis. Ini justru menjadi sarana meningkatkan keimanan sekaligus mempererat persaudaraan dan silaturahmi,” ujarnya saat menutup rangkaian Pesparani Katolik ke III sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K), di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalbar, Sabtu (19/9/2026).
Keberagaman Pontianak Menjadi Kekuatan Masyarakat
Edi menuturkan, Kota Pontianak merupakan wilayah yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya. Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak menjadi ruang pertemuan beragam aktivitas dan kehidupan sosial masyarakat.
Keberagaman tersebut, lanjutnya, perlu terus dijaga melalui interaksi yang saling menghormati. Setiap kegiatan keagamaan, sosial, olahraga, maupun kebudayaan dinilai memiliki kontribusi dalam memperkuat hubungan antarwarga.
“Dalam agama apa pun, kita diajarkan nilai kebaikan, kedamaian, dan saling menghormati,” jelasnya.
Pemerintah Kota Pontianak, kata Edi, berkomitmen mendukung berbagai kegiatan yang mendorong kebersamaan dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Dukungan terhadap kegiatan keagamaan menjadi salah satu bagian dari upaya menciptakan lingkungan sosial yang damai, sejahtera, dan harmonis.
Pesparani Jadi Ruang Memperkuat Moderasi Beragama
Selain memperkuat keimanan, Edi menilai Pesparani dapat berperan dalam membangun moderasi beragama di tengah masyarakat. Kegiatan yang mempertemukan umat dalam suasana persaudaraan dinilai dapat menumbuhkan pemahaman mengenai pentingnya menghargai perbedaan.
Menurutnya, moderasi beragama tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga tercermin dalam cara masyarakat berinteraksi dan menyikapi perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat moderasi. Dalam agama apa pun, kita diajarkan nilai kebaikan, kedamaian, dan saling menghormati,” katanya.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga keberagaman tidak menjadi penghalang untuk membangun hubungan sosial yang saling mendukung.
Edi Ingatkan Masyarakat Bijak Menggunakan Media Sosial
Di tengah perkembangan teknologi digital, Edi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, ruang digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi positif dan memperkuat komunikasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan gesekan apabila digunakan untuk menyebarkan konten yang memecah belah.
Ia mengajak masyarakat untuk semakin dewasa dalam menghadapi perbedaan, baik dalam pandangan politik, latar belakang suku, maupun kelompok sosial.
“Sekarang kita berada di era digitalisasi. Media sosial sangat terbuka. Kalau digunakan untuk hal positif tentu sangat baik, tetapi kita juga harus waspada terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan,” ungkapnya.
Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar masyarakat tetap mengedepankan sikap saling menghargai, termasuk ketika menghadapi perbedaan pendapat di ruang publik maupun media sosial.
LP3K Diharapkan Terus Gerakkan Kegiatan Keagamaan
Edi berharap Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) dapat terus berperan dalam mengembangkan kegiatan keagamaan yang memperkuat persaudaraan dan keharmonisan masyarakat. Ia mengapresiasi keberlanjutan pelaksanaan Pesparani sebagai wadah bagi umat untuk berkarya, mengembangkan kemampuan seni, dan memperdalam nilai-nilai keagamaan.
Kepada para peserta, Edi menyampaikan selamat kepada mereka yang berhasil meraih nilai terbaik. Sementara bagi peserta yang belum memperoleh hasil yang diharapkan, ia mendorong agar tetap bersemangat dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus berlatih.
“Bagi yang mendapat nilai tertinggi saya ucapkan selamat. Yang belum, masih ada kesempatan tahun depan untuk terus berlatih dan meraih hasil yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap Pesparani dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi ruang yang mempertemukan seni, nilai keagamaan, serta semangat persaudaraan.
“Semoga kegiatan ini terus membawa berkat, memperkuat iman, dan semakin mempererat kebersamaan kita di Kota Pontianak,” pungkasnya. (*istimewa)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

