Pemkot Hidupkan Kembali Pasar, Buka Peluang untuk UMKM dan Anak Muda
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak mulai mendorong wajah baru pasar tradisional agar kembali ramai dan lebih relevan dengan kebutuhan masa kini. Sejumlah pasar yang selama ini terlihat sepi dan belum dimanfaatkan maksimal, rencananya akan dihidupkan kembali menjadi ruang ekonomi kreatif yang juga ramah bagi anak muda.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai pasar tidak cukup hanya menjadi tempat jual beli kebutuhan harian. Ia ingin pasar bisa berkembang menjadi ruang aktivitas yang lebih luas, mulai dari tempat berkumpul, berjualan produk kreatif, hingga menjadi destinasi baru yang menarik untuk dikunjungi.
Beberapa pasar seperti Pasar Cempaka dan Pasar Kapuas Indah menjadi perhatian utama. Kondisinya yang kurang aktif dinilai masih menyimpan potensi besar, apalagi letaknya strategis di pusat kota yang lahannya terbatas.
Menurut Edi, konsep baru ini terinspirasi dari sejumlah kota besar yang berhasil menghidupkan kembali pasar dengan sentuhan kreatif. Ruang-ruang yang sebelumnya kosong, terutama di lantai atas, bisa diubah menjadi tempat nongkrong, usaha kuliner, hingga wadah kreativitas anak muda.
Ia juga menyoroti persoalan klasik pasar, yakni lantai dua yang sering sepi pengunjung. Karena itu, penataan ulang akan difokuskan agar area tersebut punya daya tarik baru dan bisa menghasilkan nilai ekonomi. Sebelum itu, pemerintah akan melakukan pendataan ulang kios, termasuk menertibkan yang sudah tidak digunakan atau beralih fungsi.
Tak hanya dua pasar tersebut, beberapa pasar lain seperti Pasar Flamboyan dan Pasar Puring juga mulai masuk rencana pembenahan. Tujuannya sederhana: menciptakan pasar yang lebih bersih, aman, dan nyaman sehingga orang betah datang dan berbelanja.
Di tengah maraknya belanja online, Edi menyadari pasar tradisional harus beradaptasi. Menurutnya, pasar fisik harus punya keunggulan tersendiri, bukan hanya tempat transaksi, tapi juga pengalaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Ibrahim, menjelaskan bahwa kondisi Pasar Cempaka memang membutuhkan banyak perbaikan, mulai dari atap hingga penataan kios. Ia juga menegaskan bahwa setiap kios memiliki aturan penggunaan, sehingga kios yang lama kosong bisa ditarik kembali oleh pemerintah.
Ruang lantai dua yang selama ini sepi direncanakan akan diubah menjadi area yang lebih hidup, seperti pusat kuliner, tempat nongkrong, hingga coffee shop dan ruang kreatif lainnya. Pemerintah juga akan membuka kesempatan bagi pelaku usaha yang ingin mengisi ruang-ruang tersebut setelah penataan selesai.
Saat ini, ada 18 pasar yang dikelola Pemkot Pontianak. Perbaikan akan dilakukan bertahap, menyesuaikan kondisi dan tingkat kerusakan masing-masing pasar.
Khusus Pasar Cempaka, penataan ditargetkan mulai tahun ini. Ke depan, kawasan ini juga direncanakan terhubung dengan aktivitas ekonomi lain seperti kuliner malam dan pasar malam, sehingga suasana pasar bisa tetap hidup hingga malam hari.
Harapannya, langkah ini tidak hanya mempercantik bangunan pasar, tapi benar-benar menghidupkan kembali aktivitas ekonomi, membuka peluang usaha baru, dan membuat pasar jadi tempat yang lebih dekat dengan kehidupan warga sehari-hari. (*istimewa)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

