Ajang ini menjadi salah satu event terbesar yang mempertemukan komunitas arwana dunia di Kota Pontianak. Kehadiran peserta dari berbagai negara diharapkan tidak hanya menghadirkan persaingan kualitas ikan terbaik, tetapi juga memperkuat hubungan antarkomunitas serta memperkenalkan Kalimantan Barat sebagai daerah asal Arwana Super Red yang telah dikenal luas di pasar internasional.
Dalam penyampaiannya, Edi menuturkan bahwa APPS International Arwana Contest 2026 merupakan momentum penting untuk menunjukkan potensi Kalimantan Barat sebagai salah satu pusat industri arwana dunia. Menurutnya, arwana bukan sekadar ikan hias bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan daerah.
“Event ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi perayaan warisan alam Borneo yang sudah mendunia,” ujarnya.
Selama empat hari pelaksanaan, para peserta akan menampilkan arwana terbaik dari berbagai kategori dan kelas yang dinilai berdasarkan kualitas, warna, bentuk tubuh, kesehatan, hingga keindahan ikan. Kompetisi tersebut akan memperebutkan sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya Grand Champion Piala Gubernur Kalimantan Barat dan Mature Champion Piala Wali Kota Pontianak.
Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai piala kehormatan di setiap kategori serta total hadiah uang tunai lebih dari Rp500 juta. Besarnya hadiah dan tingginya gengsi kompetisi membuat event ini diperkirakan menarik perhatian pelaku industri arwana dari berbagai negara di Asia hingga kawasan lainnya.
Edi berharap penyelenggaraan event internasional tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Pontianak dan Kalimantan Barat secara luas. Kehadiran tamu, peserta, juri, hingga pengunjung dari luar daerah maupun luar negeri diyakini mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM.
Menurutnya, event internasional seperti ini menjadi peluang bagi Pontianak untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia. Tidak hanya dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa, Pontianak juga dinilai memiliki potensi besar dalam industri ikan hias, khususnya arwana.
“Kita ingin dunia melihat bahwa Pontianak dan Kalimantan Barat memiliki kekayaan hayati yang luar biasa dan mampu menjadi tuan rumah event internasional,” katanya.
Ia juga menilai APPS International Arwana Contest 2026 dapat menjadi ruang bertukar pengetahuan dan pengalaman antarpelaku usaha arwana. Mulai dari pembudidaya, eksportir, penghobi hingga komunitas pecinta arwana dapat saling berbagi informasi mengenai perkembangan industri, teknologi budidaya, hingga peluang pasar global.
Tak hanya itu, event tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, sebagai salah satu pusat arwana terbaik dunia. Selama ini Arwana Super Red asal Kalimantan Barat dikenal memiliki kualitas unggulan dan menjadi salah satu jenis ikan hias yang diminati kolektor internasional.
Edi pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyukseskan event tersebut dengan memberikan sambutan hangat kepada seluruh tamu dan peserta yang datang ke Pontianak. Ia berharap keramahan masyarakat dapat meninggalkan kesan positif bagi para pengunjung dari berbagai negara.
“Kami siap menyambut seluruh peserta dan tamu dengan penuh kehangatan dan persaudaraan,” tuturnya.
Di akhir ajakannya, Edi menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat berpartisipasi kepada seluruh peserta APPS International Arwana Contest 2026. Ia berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas, persaudaraan, dan semangat kebersamaan selama kompetisi berlangsung.
Melalui event ini, Pemerintah Kota Pontianak berharap nama Indonesia semakin dikenal dalam industri arwana dunia sekaligus memperkuat citra Pontianak sebagai kota yang mampu menyelenggarakan event internasional berskala besar. (*istimewa)