Zona Ponti

Final LCC Empat Pilar Diulang, Publik Soroti Pentingnya Penilaian Objektif

Setelah polemik penilaian juri viral di media sosial dan menuai banyak protes, MPR RI memutuskan untuk mengulang babak final sekaligus mengganti seluruh dewan juri yang bertugas dalam perlombaan tersebut. (sumber foto : youtube)

WWW.ZONAPONTI.COM, NASIONAL – Kekecewaan ratusan pelajar dan masyarakat Kalimantan Barat terhadap pelaksanaan final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar akhirnya mendapat respons dari MPR RI. Setelah polemik penilaian juri viral di media sosial dan menuai banyak protes, MPR RI memutuskan untuk mengulang babak final sekaligus mengganti seluruh dewan juri yang bertugas dalam perlombaan tersebut.

Keputusan itu disambut beragam oleh masyarakat. Banyak warga menilai langkah pengulangan final menjadi bentuk tanggung jawab agar pelajar mendapatkan penilaian yang adil dan objektif. Sebab sejak video perlombaan beredar luas, perhatian publik tertuju pada perbedaan penilaian terhadap jawaban peserta yang dianggap tidak konsisten.

Polemik bermula saat final mempertemukan tiga sekolah terbaik, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau. Dalam salah satu sesi rebutan, jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak dinyatakan salah oleh juri hingga nilainya dikurangi. Namun ketika jawaban serupa disampaikan regu lain, jawaban tersebut justru dianggap benar. Perbedaan keputusan itulah yang memicu protes dari peserta, guru pendamping, hingga masyarakat yang menyaksikan perlombaan.

Di media sosial, banyak warga menyampaikan dukungan kepada para pelajar yang dianggap telah berjuang maksimal membawa nama sekolah masing-masing. Tidak sedikit pula masyarakat yang meminta penyelenggara lebih profesional karena lomba tersebut membawa nama lembaga negara dan menjadi ajang pendidikan nilai kebangsaan bagi generasi muda.

MPR RI kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh peserta, sekolah, dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman menegaskan bahwa seluruh juri diganti dan final akan diulang agar proses penilaian berlangsung lebih transparan serta tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.

Selain mengganti juri, MPR RI juga melakukan evaluasi terhadap sistem perlombaan, mulai dari mekanisme penilaian, tata tertib lomba, hingga prosedur penyampaian protes dari peserta. Langkah tersebut dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada kompetisi berikutnya.

Bagi banyak warga Kalbar, polemik ini bukan hanya soal menang atau kalah dalam perlombaan. Masyarakat berharap ajang pendidikan seperti LCC Empat Pilar benar-benar menjadi ruang yang menjunjung sportivitas, kejujuran, dan rasa keadilan bagi para pelajar yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. (*ed)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan