Zona Ponti

Pemkot Pontianak Tak Terapkan WFA Usai Lebaran, Warga Nilai Pelayanan Tatap Muka Lebih Cepat dan Efektif

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Pasca libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas pelayanan publik di Kota Pontianak kembali berjalan normal. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memastikan tidak akan menerapkan sistem kerja Work From Anywhere (WFA) maupun layanan berbasis daring secara menyeluruh, guna menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang menegaskan bahwa pelayanan tatap muka masih menjadi kebutuhan utama masyarakat. Menurutnya, kondisi geografis Pontianak yang tidak terlalu luas serta jarak antarwilayah yang relatif dekat membuat sistem kerja langsung di kantor dinilai lebih efektif dibandingkan sistem kerja jarak jauh.

Bagi masyarakat, keputusan ini justru menjadi angin segar. Sejumlah warga mengaku lebih nyaman ketika dapat berinteraksi langsung dengan petugas pelayanan. Selain dinilai lebih cepat, proses tatap muka juga dianggap mampu meminimalkan kesalahpahaman dalam pengurusan administrasi.

“Kalau datang langsung, biasanya urusan lebih jelas. Bisa langsung bertanya kalau ada yang kurang, jadi prosesnya lebih cepat selesai,” ujar salah seorang warga yang tengah mengurus dokumen di kantor pelayanan.

Pendapat serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai pelayanan daring belum sepenuhnya mampu menggantikan interaksi langsung, terutama bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi. Kehadiran petugas secara langsung dinilai memberikan kepastian serta kemudahan dalam setiap proses pelayanan.

Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi dorongan bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk kembali meningkatkan kinerja setelah libur panjang. Kehadiran penuh di kantor diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan masyarakat yang sempat tertunda selama masa libur.

Tidak hanya di sektor pemerintahan, kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah juga dipastikan kembali berlangsung secara tatap muka. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kualitas pendidikan sekaligus memperkuat interaksi antara guru dan siswa.

Bagi masyarakat Pontianak, langkah Pemkot ini menunjukkan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Di tengah berkembangnya berbagai opsi sistem kerja modern, pendekatan tatap muka dinilai masih paling relevan dengan kondisi dan kebutuhan warga.

Dengan kembalinya aktivitas secara normal, masyarakat berharap pelayanan yang diberikan semakin cepat, responsif, dan benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan mereka sehari-hari. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan