Gerakan Peduli Sampah Dimulai dari Rumah, Pemuda Pontianak Jadi Agen Perubahan
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Pengelolaan sampah dari rumah menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, peran anak muda terus didorong agar kepedulian terhadap sampah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi bisa menjadi kebiasaan di lingkungan tempat tinggal.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan peran serta pemuda dalam pengelolaan sampah yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak bersama Karang Taruna Kota Pontianak dan Forum Komunikasi Hijau (FKH), Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di TPST Edelweis, Jalan Purnama Dalam, Kota Pontianak, diikuti 50 peserta dari unsur pemuda dan Karang Taruna. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak langsung mempraktikkan cara mengelola sampah dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia.
Ketua Karang Taruna Kota Pontianak, Irfan Oktadiar, mengatakan Bimtek tersebut memberikan bekal kepada anak muda agar dapat memahami sekaligus menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga dengan cara yang tepat.
“Hari ini ada 50 peserta dari anak-anak muda yang ikut Bimtek. Mereka dibekali materi tentang bagaimana sampah rumah tangga bisa dikelola dengan tepat. Kegiatannya juga langsung praktek,” ujar Irfan.
Menurutnya, kepedulian terhadap sampah dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni rumah sendiri. Pemuda yang mengikuti pelatihan diharapkan bisa menjadi contoh bagi keluarga, teman, hingga masyarakat di sekitarnya.
Irfan mencontohkan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, seperti memilah sampah organik dan mengolahnya kembali sehingga memiliki manfaat, termasuk untuk tanaman.
“Harapannya anak-anak muda ini bisa memberi contoh ke lingkungan rumah, teman-teman, hingga masyarakat luas. Kita mulai dari hal kecil di rumah tangga, seperti memilah sampah organik dan mengolahnya kembali untuk tanaman,” ucapnya.
Untuk mendukung praktik di lapangan, DLH Kota Pontianak juga memfasilitasi peralatan yang digunakan dalam pengelolaan sampah. Peralatan tersebut akan didistribusikan secara bertahap, dengan satu unit untuk masing-masing kecamatan.
Kepala DLH Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Karang Taruna bersama FKH. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih.
“Pemkot tidak dapat melakukan sendiri urusan sampah ini. Harus ada partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, tua-muda, dunia usaha, hingga NGO. Kita harapkan energi para pemuda ini menjadi gerakan massal di tingkat masyarakat,” kata Syarif.
Belajar Langsung Mengolah Sampah

Bimtek tersebut juga memberi kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung berbagai teknologi pengolahan sampah yang dimiliki DLH Kota Pontianak.
Peserta dikenalkan dengan penggunaan biodigester untuk menghasilkan gas rumah tangga, sistem composting untuk mengolah sampah organik, serta teknologi pyrolysis yang dapat digunakan untuk mengolah sampah plastik jenis kantong kresek menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Teknologi tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan nilai manfaat terhadap jenis sampah yang selama ini sulit dimanfaatkan kembali.
Syarif menjelaskan, kantong kresek menjadi salah satu persoalan karena memiliki nilai ekonomi yang rendah sehingga tidak banyak diminati untuk dikumpulkan oleh pemulung. Melalui teknologi pyrolysis, sampah plastik tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
“Selama ini kantong kresek itu jadi masalah karena tidak ada yang mau ambil. Alhamdulillah, dengan sistem pyrolysis, satu kilo kresek bisa menghasilkan satu liter BBM dengan perbandingan satu banding satu,” katanya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap semakin banyak anak muda yang memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah. Ketika kebiasaan memilah dan mengolah sampah dilakukan secara bersama-sama, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tumbuh menjadi gerakan masyarakat.
Kolaborasi pemerintah, Karang Taruna dan komunitas lingkungan pun menjadi bagian dari upaya memperluas kesadaran tersebut, sehingga persoalan sampah tidak hanya ditangani setelah menumpuk, tetapi dicegah dan dikelola sejak dari sumbernya. (*)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

