Dari Pola Hidup ke Penyakit, Hipertensi Paling Banyak Dialami Warga Pontianak
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Tekanan darah tinggi atau hipertensi kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari warga Pontianak. Sepanjang 2025, penyakit ini menjadi kasus terbanyak yang ditangani puskesmas, menandakan bahwa persoalan kesehatan masyarakat mulai bergeser dari penyakit menular ke penyakit yang dipengaruhi pola hidup.
Data menunjukkan, dari 10 penyakit terbanyak di puskesmas, hipertensi menempati urutan pertama dengan 54.409 kasus. Angka ini jauh melampaui penyakit lain seperti flu (44.912 kasus), gangguan lambung atau maag (28.448 kasus), infeksi saluran pernapasan atas (20.575 kasus), hingga diabetes (19.522 kasus). Kondisi ini menggambarkan bahwa banyak warga tanpa sadar hidup dengan risiko tekanan darah tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, mengingatkan bahwa tingginya kasus hipertensi tidak lepas dari kebiasaan sehari-hari masyarakat. Pola makan berlebih, kurang aktivitas fisik, istirahat yang tidak cukup, hingga stres menjadi faktor utama yang perlu diperbaiki bersama.
“Sekarang yang paling banyak adalah hipertensi. Artinya, kita semua perlu mulai memperbaiki pola hidup. Makan jangan berlebihan, rutin berolahraga, istirahat cukup, dan mampu mengelola stres. Ini yang terus kami dorong di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan hipertensi tidak cukup hanya mengandalkan obat. Perubahan gaya hidup secara konsisten justru menjadi kunci utama. Warga yang sudah terdiagnosis diimbau rutin memeriksa tekanan darah, patuh minum obat, serta menjalani pola hidup sehat setiap hari.
“Kalau hipertensi, tidak bisa hanya mengandalkan obat. Harus rutin cek tekanan darah, minum obat sesuai anjuran, dan mengubah pola hidup. Kami juga dampingi dari sisi gizi, pola makan, sampai aktivitas fisik,” tambahnya.
Melalui program cek kesehatan gratis, masyarakat juga didorong untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya. Banyak warga tidak menyadari dirinya memiliki hipertensi karena penyakit ini sering muncul tanpa gejala di awal.
“Kadang orang baru tahu setelah terjadi komplikasi seperti stroke. Padahal kalau diperiksa sejak dini, bisa dikendalikan lebih cepat,” jelasnya.
Memasuki awal 2026, tren kasus hipertensi di Pontianak bahkan diperkirakan meningkat sekitar 10 persen. Hal ini semakin menegaskan bahwa ancaman penyakit tidak menular akibat gaya hidup perlu menjadi perhatian bersama.
Ke depan, Dinas Kesehatan akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat, mulai dari membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak, membiasakan olahraga, menjaga kualitas tidur, hingga mengelola stres. Langkah ini penting agar hipertensi tidak berkembang menjadi penyakit serius seperti stroke, jantung, maupun gangguan ginjal.
Dari total 235.275 kasus penyakit yang ditangani puskesmas sepanjang 2025, hipertensi menjadi penyumbang terbesar. Angka ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bukan hanya urusan tenaga medis, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. (*istimewa)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

