Zona Ponti

Putri Daerah Maju ke Nasional, Anggelia Bawa Budaya Kalbar ke Puteri Indonesia 2026

Wali Kota Dukung Anggelia Meryciana Wakili Kalbar di Ajang Puteri Indonesia (*Istimewa))

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Warga Pontianak patut berbangga. Salah satu putri daerah, Anggelia Meryciana, akan mewakili Kalimantan Barat di ajang Puteri Indonesia 2026. Dukungan pun datang dari berbagai pihak, termasuk Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Menurut Edi, keikutsertaan Anggelia bukan sekadar ikut lomba, tetapi juga membawa nama baik Pontianak dan Kalbar ke tingkat nasional. Ia menilai ini sebagai kesempatan besar untuk memperkenalkan budaya, potensi, dan karakter daerah kepada masyarakat luas di Indonesia.

“Ini kebanggaan bagi kita semua. Anggelia membawa nama Kalbar, khususnya Pontianak. Semoga bisa tampil maksimal dan memperkenalkan daerah kita dengan baik,” ujarnya.

Edi juga berharap Anggelia tampil percaya diri dan mampu menunjukkan jati diri budaya Kalbar. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak akan terus mendukung anak-anak muda berprestasi yang berjuang membawa nama daerah, baik di bidang budaya, pendidikan, maupun ajang nasional lainnya.

Sementara itu, Anggelia mengaku sudah siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Puteri Indonesia 2026. Ia dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada 3 April 2026, lalu menjalani masa karantina mulai 7 hingga 24 April sebelum malam final digelar.

Ia pun meminta doa dan dukungan dari masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat agar bisa memberikan hasil terbaik.

“Saya mohon doa dan dukungan dari masyarakat Pontianak dan Kalbar agar bisa tampil maksimal,” tuturnya.

Berbagai persiapan sudah dilakukan Anggelia, mulai dari pelatihan hingga beauty camp untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum, catwalk, dan penyampaian gagasan. Ia menilai ajang ini tidak hanya soal penampilan, tetapi juga soal mental, wawasan, dan kepercayaan diri.

Dalam persiapannya, Anggelia berpegang pada lima nilai utama, yaitu Brain, Beauty, Behavior, Be Right, dan Be Brave sebagai bekal menuju panggung nasional.

Tak hanya itu, ia juga berkomitmen membawa kekayaan budaya Kalbar. Anggelia akan menampilkan perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa, serta mengangkat tradisi Cap Go Meh sebagai inspirasi kostum nasional. Ia juga ingin memperkenalkan budaya Dayak dan Melayu kepada masyarakat luas.

Saat ini, Anggelia yang berusia 27 tahun bekerja sebagai carbon consultant dan carbon project manager di perusahaan kehutanan di Kalimantan. Ia merupakan lulusan Universitas Bunda Mulia Jakarta dengan gelar Sarjana Pariwisata.

Dengan bekal pendidikan dan pengalaman tersebut, Anggelia berharap bisa menjadi representasi perempuan Kalbar yang berdaya, berbudaya, dan mampu bersaing di tingkat nasional. (*Istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan