Zona Ponti

Keboen Sajoek Kembali Hidup, POPDA Pontianak Resmi Dimulai

Laga Persahabatan Buka POPDA Pontianak 2026 (*istimewa)

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Laga persahabatan yang mempertemukan PS Pemkot, Journalist FC, dan Askot PSSI Kota Pontianak menjadi pembuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Pontianak di Stadion Keboen Sajoek, Selasa malam. Dalam format mini cup tersebut, duet penyerang Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama Wakil Wali Kota Bahasan tampil tajam dengan menyumbang empat gol, sekaligus mengantarkan PS Pemkot keluar sebagai juara.

Pertandingan ini juga menandai penggunaan perdana Stadion Keboen Sajoek setelah proses renovasi. Usai rangkaian POPDA, stadion tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan masyarakat umum, sembari terus dilakukan peningkatan kualitas fasilitasnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya memperkuat pembinaan olahraga pelajar sekaligus membenahi sarana dan prasarana pendukung. POPDA dinilai sebagai wadah penting untuk menumbuhkan sportivitas dan menjaring bibit atlet muda potensial dari berbagai sekolah.

“Kompetisi ini harus menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Dari sini kita berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Pontianak hingga ke tingkat provinsi dan nasional,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pengembangan olahraga di Pontianak tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun gaya hidup sehat di tengah masyarakat.

“Pemerintah kota ingin olahraga menjadi budaya. Tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga untuk rekreasi dan kesehatan. Karena itu, fasilitas yang ada akan terus kita tingkatkan agar bisa dimanfaatkan masyarakat secara luas,” tambahnya.

Selain itu, Pemkot Pontianak juga terus mendorong peningkatan fasilitas olahraga di berbagai wilayah. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung Pontianak sebagai kota dengan konsep sport tourism atau rekreasi olahraga.

Meski diakui masih terdapat keterbatasan lahan dan anggaran, ia menyebut pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat, guna menghadirkan fasilitas olahraga yang memadai.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan semua pihak agar pembangunan sarana olahraga bisa sesuai standar dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, pembangunan ruang terbuka hijau yang dilengkapi sarana olahraga rekreasi juga terus dilanjutkan. Upaya ini bertujuan membiasakan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif bergerak dan menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

“Harapannya, anak-anak muda kita terbiasa berolahraga sejak awal, sehingga terbentuk generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tutup Edi.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal, menjelaskan bahwa POPDA 2026 menjadi bagian dari evaluasi pembinaan olahraga pelajar sekaligus ajang seleksi menuju POPDA tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 25 April 2026.

Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan tahun ini dikurangi menjadi empat cabang akibat penyesuaian anggaran, yakni sepak bola putra-putri, bola voli putra-putri, sepak takraw, dan basket.

Seluruh pertandingan digelar di empat lokasi berbeda, yakni Stadion PSP Keboen Sajoek untuk sepak bola, Lapangan Perbasi untuk basket, lapangan IAIN untuk bola voli, serta Gedung Olahraga Tabrani Ahmad untuk sepak takraw.

Sebanyak 29 SMA sederajat turut ambil bagian dalam POPDA tahun ini dengan total 1.071 pelajar. Meski jumlah cabang olahraga terbatas, panitia tetap optimistis ajang ini mampu melahirkan atlet-atlet pelajar berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kota Pontianak di tingkat provinsi hingga nasional. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan