Zona Ponti

Kapolda Kalbar Berganti, Warga Titip Harapan soal Keamanan dan Pelayanan

Rotasi besar-besaran kembali terjadi di tubuh Polri. Kali ini, sembilan jabatan kepala kepolisian daerah (Kapolda) di berbagai wilayah Indonesia resmi berganti. Pergantian itu diumumkan melalui surat telegram Kapolri yang diteken pada 7 Mei 2026 sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan pelayanan kepolisian di daerah.

WWW.ZONAPONTI.COM, KALIMANTAN BARAT – Rotasi besar-besaran kembali terjadi di tubuh Polri. Kali ini, sembilan jabatan kepala kepolisian daerah (Kapolda) di berbagai wilayah Indonesia resmi berganti. Pergantian itu diumumkan melalui surat telegram Kapolri yang diteken pada 7 Mei 2026 sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan pelayanan kepolisian di daerah.

Bagi masyarakat, pergantian pimpinan kepolisian bukan sekadar urusan internal institusi. Warga berharap pergantian tersebut membawa perubahan nyata terhadap keamanan lingkungan, penanganan kriminalitas, hingga pelayanan publik yang lebih cepat dan humanis.

Di Kalimantan Barat, perhatian publik tertuju pada pergantian Kapolda Kalbar. Irjen Pol Pipit Rismanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalbar mendapat tugas baru sebagai Kapolda Jawa Barat. Posisi yang ditinggalkan kini diisi Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar.

Selama beberapa tahun terakhir, masyarakat Kalbar dihadapkan pada berbagai persoalan keamanan, mulai dari kasus narkoba lintas negara, perdagangan orang, aktivitas penyelundupan di wilayah perbatasan, hingga maraknya kejahatan jalanan dan penipuan digital. Pergantian pimpinan kepolisian diharapkan mampu kian memperkuat penanganan persoalan tersebut.

Di sisi lain, rotasi jabatan dinilai penting untuk menjaga dinamika organisasi kepolisian agar tetap adaptif terhadap tantangan yang terus berubah. Pergantian pimpinan juga menjadi momentum evaluasi terhadap program-program yang selama ini berjalan di daerah.

Selain Kalbar, sejumlah wilayah lain yang mengalami pergantian Kapolda antara lain Jawa Barat, Sumatera Barat, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, dan Maluku Utara.

Mutasi ini sekaligus menjadi perhatian masyarakat luas karena peran kepolisian sangat berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga. Mulai dari rasa aman di lingkungan tempat tinggal, kelancaran lalu lintas, penanganan konflik sosial, hingga perlindungan terhadap kelompok rentan.

Masyarakat kini menunggu langkah dan kebijakan para Kapolda baru di daerah masing-masing. Harapannya sederhana, kehadiran polisi semakin terasa sebagai pelindung dan pengayom yang responsif terhadap kebutuhan warga. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan