Zona Ponti

Air Mata Haru Hasan, Rumah “Dagan”-nya Kini Mulai Dibangun Ulang

Senyum Hasan Sambut Program Bedah Rumah (*istimewa)

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Di sebuah gang sempit di Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Hasan masih bertahan di rumah kayu yang kondisinya kian memprihatinkan. Papan dinding yang mulai lapuk, lantai yang terasa rapuh, hingga atap seng yang berisik saat hujan, menjadi bagian dari keseharian yang ia jalani bersama keluarganya.

Rumah sederhana itu telah ditempati lebih dari lima tahun. Hasan menyebutnya sebagai “dagan”, istilah yang biasa digunakan warga untuk menggambarkan rumah yang sudah tidak layak huni. Di ruang terbatas itu, ia membesarkan empat anaknya. Kini, satu anak perempuan masih tinggal bersamanya, ditambah menantu dan anggota keluarga lain yang membuat rumah terasa semakin sesak.

Untuk bertahan hidup, Hasan mengandalkan usaha kecil-kecilan dengan berjualan es, air tebu, dan kelapa. Penghasilannya tidak menentu. Dalam sehari, uang yang didapat kadang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan setengah hari. Kondisi itu membuatnya kesulitan memperbaiki rumah yang terus mengalami kerusakan.

Harapan baru datang saat Hasan menerima bantuan program bedah rumah dari Pemerintah Kota Pontianak. Bantuan tersebut langsung ia manfaatkan bersama keluarga dengan cara bergotong royong memperbaiki rumah mereka secara bertahap.

“Kalau dapat bantuan, kita kerjakan sebaik mungkin supaya bermanfaat,” ujar Hasan usai menerima bantuan secara simbolis di Aula Kantor Terpadu Pemkot Pontianak, Senin (20/4/2026).

Meski mendapat bantuan, Hasan menyadari proses perbaikan tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah. Ia bersama keluarga tetap harus terlibat langsung, bahkan tetap tinggal di rumah selama proses berlangsung.

“Anak beranak sama-sama kerja. Kalau ada kekurangan, kita tambah sendiri walaupun pas-pasan,” katanya.

Kondisi seperti yang dialami Hasan masih banyak dijumpai di Kota Pontianak, terutama di kawasan padat penduduk dan bantaran sungai. Menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kota Pontianak terus menggulirkan program perbaikan rumah tidak layak huni dan sanitasi.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.

“Tahun ini kita anggarkan sekitar Rp4,6 miliar untuk 217 unit rumah, masing-masing Rp30 juta. Kita juga melakukan perbaikan WC bagi masyarakat yang belum memiliki sanitasi layak,” ujarnya.

Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menyasar aspek kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin masyarakat punya rumah yang sehat, dengan ventilasi baik dan tidak lembap. Ini penting karena kondisi lingkungan kita memiliki tingkat kelembapan tinggi yang bisa memicu penyakit,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya akses sanitasi dan air bersih, mengingat banyak sumber air yang belum layak konsumsi tanpa pengolahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak, Derry Gunawan, menyebutkan nilai bantuan tahun ini mengalami peningkatan dibanding sebelumnya.

“Dari Rp20 juta menjadi Rp30 juta per unit, menyesuaikan kenaikan harga material dan untuk meningkatkan kualitas bangunan,” katanya.

Melalui APBD 2026, pemerintah mengalokasikan bantuan untuk 252 unit, terdiri dari 117 rumah tidak layak huni dan 135 perbaikan WC. Ditambah dukungan dari pemerintah pusat, total penanganan mencapai sekitar 500 unit.

Program ini dilaksanakan dengan pola swadaya masyarakat, di mana warga terlibat langsung dalam proses pembangunan tanpa menggunakan kontraktor. Pemerintah hanya menyediakan material utama serta pendampingan teknis untuk memastikan hasil tetap sesuai standar.

Namun demikian, pelaksanaan program ini masih menghadapi sejumlah kendala, seperti persoalan legalitas lahan dan ekspektasi masyarakat yang terkadang melebihi kemampuan anggaran.

Meski begitu, pemerintah memastikan program bedah rumah akan terus diperbaiki dari tahun ke tahun agar semakin tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan