Air Sungai Kapuas Mulai Asin, PDAM Pontianak Siapkan Air Tawar untuk Warga
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Warga Kota Pontianak mulai menghadapi persoalan air bersih akibat meningkatnya kadar garam di Sungai Kapuas. Kondisi ini terjadi di tengah musim kemarau ketika debit air sungai menurun dan air laut masuk lebih jauh ke aliran Sungai Kapuas.
Perubahan kondisi air baku tersebut mulai dirasakan masyarakat. Air yang mengalir ke rumah pelanggan pada sejumlah wilayah terasa payau hingga asin sehingga warga harus lebih berhati-hati dalam menggunakannya, terutama untuk kebutuhan minum dan memasak.
Situasi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Pontianak bersama PDAM karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap tersedia meskipun kondisi sumber air baku sedang terganggu.Direktur Utama PDAM Pontianak, Abdullah, mengatakan kondisi air baku terus dipantau seiring meningkatnya kadar garam akibat intrusi air laut.
Menurut Abdullah, persoalan yang dihadapi saat ini lebih berkaitan dengan kualitas air baku, sementara dari sisi ketersediaan air, PDAM masih berupaya menjaga pasokan kepada pelanggan.
“Untuk kuantitas air masih cukup, tetapi kualitasnya memang terdampak intrusi air laut. Kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air baku dan menyesuaikan pengolahan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan,” ujar Abdullah.

Air Payau Mulai Dirasakan Warga
Masuknya air laut ke Sungai Kapuas tidak terlepas dari kondisi kemarau yang menyebabkan debit air tawar dari hulu berkurang. Ketika air sungai melemah, air laut lebih mudah masuk saat pasang.
Kondisi tersebut membuat kadar garam air baku meningkat. Bagi warga, dampaknya bukan sekadar angka hasil pemeriksaan laboratorium, tetapi langsung terasa ketika air digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Air yang biasanya tawar dapat berubah menjadi payau atau asin. Kondisi ini membuat sebagian warga memilih menggunakan sumber air lain untuk kebutuhan konsumsi.
Abdullah mengatakan PDAM terus melakukan pemantauan terhadap perubahan kualitas air baku karena kondisi Sungai Kapuas dapat berubah mengikuti pasang surut dan debit sungai.
“Kami terus melakukan monitoring. Kondisi air baku berubah mengikuti pasang dan surut serta debit sungai. Karena itu, pengolahan juga harus menyesuaikan kondisi air baku yang masuk,” jelasnya.
PDAM Tetap Jaga Pelayanan

Di tengah kondisi tersebut, PDAM memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap diupayakan berjalan.
PDAM terus mengoptimalkan sumber air baku yang tersedia serta melakukan penyesuaian dalam proses pengolahan. Sumber air tidak hanya mengandalkan Sungai Kapuas, tetapi juga berasal dari Sungai Landak dan sumber air alternatif di Penepat.
Langkah tersebut dilakukan agar gangguan kualitas air baku dari Sungai Kapuas tidak sampai menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Abdullah juga meminta masyarakat tidak panik. PDAM bersama pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi kondisi air baku selama musim kemarau.
“Masyarakat tidak perlu panik. Kami tetap berupaya menjaga pelayanan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menghadapi kondisi ini,” katanya.
Air Tawar Gratis Disiapkan
Untuk membantu masyarakat, Pemerintah Kota Pontianak dan PDAM juga menyiapkan air tawar yang dapat dimanfaatkan warga, terutama untuk kebutuhan minum.
Masyarakat dapat mengambil air tawar yang disediakan secara gratis dengan membawa wadah atau galon sendiri.
Selain titik pengambilan air, distribusi menggunakan mobil tangki juga disiapkan apabila kondisi di lapangan membutuhkan tambahan pasokan.
Langkah ini menjadi penting karena kebutuhan air minum masyarakat tidak dapat ditunda. Ketika air dari jaringan perpipaan terasa payau, warga tetap membutuhkan air tawar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Penepat Jadi Andalan Cadangan Air Baku

Upaya menjaga pasokan air juga dilakukan dengan mengoptimalkan sumber air baku alternatif di Penepat, Kabupaten Kubu Raya.
Sumber air tersebut menjadi salah satu cadangan yang dapat dimanfaatkan ketika kadar garam Sungai Kapuas meningkat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono sebelumnya meninjau Waduk Penepat di Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sumber air baku cadangan menghadapi kondisi kemarau dan intrusi air laut.
Bagi PDAM, keberadaan Penepat menjadi bagian penting dari strategi menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Abdullah mengatakan sumber air alternatif dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber air baku, terutama ketika kondisi Sungai Kapuas mengalami perubahan.
“Penepat menjadi salah satu alternatif sumber air baku. Ketika kondisi Sungai Kapuas mengalami peningkatan kadar garam, sumber air alternatif ini sangat membantu untuk menjaga kualitas dan kontinuitas pelayanan,” ujarnya.
Warga Diminta Gunakan Air Secukupnya
Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya kadar garam air baku, masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak.
Warga yang memiliki tempat penampungan air dianjurkan memanfaatkannya sebagai persediaan. Air juga sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan agar ketersediaan pasokan tetap terjaga.
Pemerintah dan PDAM terus memantau perkembangan kondisi air baku, termasuk perubahan kadar garam dan kondisi pasang surut Sungai Kapuas.
Bagi masyarakat Pontianak, persoalan ini menjadi pengingat bahwa ketersediaan air bersih sangat bergantung pada kondisi sumber air baku dan lingkungan.
Karena itu, penyediaan air tawar gratis, distribusi menggunakan mobil tangki, optimalisasi sumber air Penepat serta pemantauan kualitas air menjadi langkah yang dilakukan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
PDAM memastikan upaya menjaga pelayanan akan terus dilakukan selama kondisi intrusi air laut berlangsung. (*ed)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

