Zona Ponti

Pelatih Kaligrafi Pontianak Targetkan Final MTQ Kalbar, Pembinaan Berkelanjutan Jadi Harapan

Kafilah kaligrafi Kota Pontianak mematangkan persiapan menuju MTQ Kalbar 2026 dengan target lolos final dan meraih medali. Para pelatih berharap pembinaan berkelanjutan mampu melahirkan prestasi sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kaligrafi Islam.

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Pembinaan intensif yang dijalani kafilah cabang Kaligrafi Al-Qur’an Kota Pontianak diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk berkarya di bidang ekonomi kreatif berbasis seni Islam.

Sebanyak 10 peserta mengikuti training center pada lima golongan, yakni naskah, hiasan mushaf, dekorasi, kontemporer, dan digital. Selama pemusatan latihan, para peserta terus didampingi pelatih untuk menyempurnakan teknik, kreativitas, dan kualitas karya agar mampu bersaing dengan kafilah dari daerah lain.

Pelatih Kaligrafi Al-Qur’an Kota Pontianak, Zainuddin, mengatakan seluruh peserta menunjukkan perkembangan yang positif selama menjalani pembinaan. Latihan akan terus dilaksanakan hingga menjelang keberangkatan agar kemampuan peserta semakin matang.

“Kami menargetkan peserta mampu menembus babak final dan membawa pulang medali emas maupun perak. Persiapan sudah berjalan optimal dan akan terus kami maksimalkan sampai waktu keberangkatan,” ujarnya.

Menurut Zainuddin, pembinaan kaligrafi sebaiknya tidak berhenti setelah pelaksanaan MTQ tingkat provinsi. Ia berharap gedung LPTQ Kota Pontianak dapat dimanfaatkan sebagai pusat pembinaan yang berlangsung secara berkesinambungan sehingga lahir lebih banyak kaligrafer muda berprestasi.

Ia menilai cabang kaligrafi memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Hasil karya kaligrafi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, mulai dari dekorasi, cendera mata, hingga berbagai produk kreatif yang memiliki pasar luas.

Karena itu, Zainuddin berharap Pemerintah Kota Pontianak bersama LPTQ dapat menghadirkan lebih banyak pelatihan, pendampingan, dan kompetisi kaligrafi di luar agenda MTQ. Langkah tersebut diyakini akan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menciptakan peluang usaha baru.

Sementara itu, pelatih Kaligrafi Al-Qur’an Kaspul, S.Ag., mengatakan training center menjadi tahapan penting bagi peserta untuk memperbaiki kualitas karya sebelum memasuki arena perlombaan.

“Training center menjadi wadah bagi peserta untuk terus mengevaluasi dan menyempurnakan hasil karya agar mampu bersaing dengan peserta dari daerah lain. Kami juga berharap peserta dapat memahami setiap materi yang diberikan selama pembinaan,” katanya.

Kaspul berharap LPTQ Kota Pontianak terus memberikan dukungan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai serta memaksimalkan peran para pelatih dalam proses pembinaan. Menurutnya, dukungan yang berkelanjutan akan menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi kafilah Kota Pontianak pada MTQ tahun ini maupun melahirkan kaligrafer berkualitas pada masa mendatang.

Harapan senada disampaikan Ustadz Hendro. Menurutnya, pembinaan yang berkesinambungan menjadi kunci agar kemampuan peserta tidak berkembang hanya menjelang MTQ, tetapi terus meningkat dari tahun ke tahun. Ia berharap LPTQ Kota Pontianak dapat memaksimalkan pemanfaatan fasilitas pembinaan, memperkuat dukungan terhadap para pelatih, serta melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana sehingga proses latihan berlangsung lebih efektif.

“Kalau pembinaan dilakukan secara rutin sepanjang tahun, peserta akan memiliki waktu yang cukup untuk mengasah kemampuan dan kreativitas. Dengan dukungan lembaga yang optimal, insyaallah prestasi kafilah Kota Pontianak akan semakin baik dan semakin banyak kaligrafer muda yang lahir,” ujarnya.

Harapan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Pontianak dan LPTQ Kota Pontianak dalam memperkuat pembinaan kafilah secara terarah dan berkelanjutan. Selain mengejar prestasi di ajang MTQ, pembinaan juga diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang kreatif, berdaya saing, serta memberikan manfaat bagi perkembangan seni Islam dan perekonomian masyarakat. (*fhn)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan