Zona Ponti

Pemkot Pontianak Terus Benahi Drainase, Warga Diharapkan Rasakan Dampak Penanganan Banjir Bertahap

Terjunkan Eskavator Amfibi Keruk Parit, Upaya Pemkot Atasi Banjir (*istimewa)

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Persoalan banjir dan genangan yang masih kerap dirasakan warga di sejumlah wilayah Kota Pontianak terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Pontianak. Terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama bersamaan dengan pasangnya air sungai atau rob, beberapa kawasan rendah masih berpotensi tergenang.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa kondisi geografis Pontianak yang relatif datar menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan banjir. Dengan kontur wilayah yang hampir rata, air membutuhkan waktu lebih lama untuk mengalir dan surut ketika curah hujan tinggi terjadi dalam waktu bersamaan.

Menurut Edi, hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lebih dari tiga jam beberapa waktu lalu menyebabkan volume air meningkat cukup signifikan. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya pasang rob yang membuat pembuangan air ke sungai menjadi lebih lambat.

“Banjir di Kota Pontianak ini memang terus kita upayakan penanganannya. Topografi kota yang datar membuat air tidak cepat surut. Kemarin hujan lebih dari tiga jam dengan curah hujan yang cukup besar berdasarkan data BMKG,” ujarnya.

Ia menerangkan, pasang rob yang mencapai sekitar dua meter hingga pertengahan Juni turut memengaruhi munculnya genangan di sejumlah kawasan. Saat air sungai sedang pasang, saluran drainase tidak dapat membuang air secara maksimal sehingga air lebih mudah menggenangi wilayah yang berada di dataran rendah.

Untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat, Pemkot Pontianak terus melakukan berbagai langkah penanganan. Salah satunya melalui peningkatan fungsi saluran drainase dan parit dengan melakukan pengerukan sedimen, penurapan, serta pembenahan saluran-saluran utama agar aliran air menjadi lebih lancar.

“Upaya kita tetap meningkatkan fungsi parit-parit yang ada melalui pengerukan dan penurapan, termasuk saluran-saluran besar,” jelasnya.

Selain pembenahan drainase, pemerintah kota juga menjalankan program pompanisasi dengan menambah dua unit pompa air. Kehadiran pompa tersebut diharapkan mampu mempercepat pengaliran air dari kawasan rawan genangan menuju saluran utama dan sungai.

Langkah lain yang tengah disiapkan adalah penggantian sejumlah jembatan yang dinilai menghambat laju aliran air. Menurut Edi, beberapa struktur jembatan yang ada saat ini membuat aliran air menuju Sungai Kapuas tidak berjalan optimal, terutama di kawasan dengan daerah tangkapan air yang luas seperti Parit Tokaya.

“Kita akan mengganti jembatan-jembatan yang selama ini menghambat percepatan aliran air menuju Sungai Kapuas. Salah satunya di kawasan Parit Tokaya yang memiliki area tangkapan air cukup luas. Saluran-saluran yang ada akan kita koneksikan agar aliran air lebih lancar,” katanya.

Bagi warga, berbagai pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi frekuensi dan dampak banjir di lingkungan permukiman. Pemerintah kota menilai penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara instan karena membutuhkan perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan dan terintegrasi.

Edi menambahkan, Pemkot Pontianak telah memiliki rencana induk atau master plan penanganan banjir sebagai pedoman pembangunan infrastruktur pengendalian air di masa mendatang. Pelaksanaannya juga dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Menurutnya, persoalan banjir di Pontianak tidak hanya berkaitan dengan wilayah kota semata, tetapi juga menyangkut sistem tata air yang lebih luas. Karena itu, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci agar upaya yang dilakukan dapat memberikan hasil yang lebih maksimal bagi masyarakat.

“Kita sudah memiliki master plan dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Penanganan banjir ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah kota, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” tegasnya.

Melalui normalisasi saluran, peningkatan kapasitas drainase, pompanisasi, perbaikan infrastruktur, serta kerja sama lintas pemerintah, Pemkot Pontianak berharap persoalan genangan yang selama ini dikeluhkan warga dapat berkurang secara bertahap dan lingkungan permukiman menjadi lebih nyaman saat musim hujan tiba. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan