Zona Ponti

Pontianak Didorong Jadi Kota yang Lebih Sehat dan Ramah bagi Warga

Vital Strategies Dukung Pontianak Jadi Percontohan Pengendalian Tembakau (*istimewa)

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Upaya menghadirkan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat terus diperkuat di Kota Pontianak. Organisasi kesehatan global Vital Strategies menilai Pontianak memiliki potensi besar menjadi daerah percontohan dalam pengendalian konsumsi tembakau dan penerapan kawasan bebas asap rokok di Indonesia.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara perwakilan Vital Strategies dengan Pemerintah Kota Pontianak. Fokus pembahasan diarahkan pada langkah-langkah yang dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat, khususnya anak-anak, dari dampak paparan asap rokok.

Director of Tobacco Control Program Vital Strategies Asia-Pacific Office, Tara Singh Bam, menilai perlindungan kesehatan masyarakat perlu menjadi perhatian bersama karena konsumsi tembakau masih menjadi salah satu faktor risiko berbagai penyakit serius.

Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang paling perlu dilindungi dari paparan asap rokok maupun pengaruh promosi produk tembakau. Karena itu, penguatan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dinilai penting untuk menciptakan ruang publik yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga.

“Kami melihat komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota Pontianak untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan Kawasan Tanpa Rokok dan pengendalian iklan tembakau,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah langkah yang dibahas antara lain penyempurnaan aturan KTR, penguatan pelarangan iklan rokok, hingga upaya memastikan ruang-ruang publik dalam ruangan terbebas dari asap rokok.

Vital Strategies menilai Pontianak memiliki posisi strategis untuk menjadi contoh bagi daerah lain karena telah memiliki regulasi Kawasan Tanpa Rokok yang selama ini menjadi rujukan sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia.

Selain regulasi, keberhasilan penerapan KTR juga dinilai bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pelaku usaha, hingga warga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

“Keberhasilan KTR tidak hanya ditentukan oleh aturan, tetapi juga partisipasi masyarakat dan kerja sama berbagai pihak,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Pontianak. Beberapa di antaranya terkait keberadaan iklan rokok dan aktivitas merokok di dalam ruangan pada sejumlah tempat usaha.

Menurut Edi, masyarakat yang merokok tetap memiliki ruang untuk melakukannya tanpa mengganggu kenyamanan orang lain. Karena itu, aktivitas merokok diharapkan dilakukan di area terbuka atau ruang yang telah disediakan.

“Tujuannya bukan melarang masyarakat merokok, tetapi memberikan perlindungan kepada warga lain yang tidak merokok agar tetap dapat menikmati ruang publik dengan nyaman dan sehat,” ujarnya.

Pemkot Pontianak juga tengah melakukan penyempurnaan regulasi Kawasan Tanpa Rokok agar implementasinya semakin efektif. Salah satu poin yang dibahas adalah penyesuaian sanksi bagi pelanggar aturan guna meningkatkan kepatuhan.

Di sisi lain, pemerintah memastikan kebijakan yang diterapkan tetap memperhatikan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

Terkait iklan rokok yang masih terpasang di sejumlah lokasi, Edi menjelaskan bahwa izin yang masih berlaku akan tetap dihormati hingga masa berakhirnya. Namun setelah masa izin habis, izin tersebut tidak akan diperpanjang kembali.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya ruang publik yang lebih sehat, nyaman, dan aman bagi seluruh warga. Dengan lingkungan yang semakin bersih dari paparan asap rokok, masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, diharapkan dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik di Kota Pontianak. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan