Zona Ponti

Ratusan Warga Turun ke Parit, Pontianak Gaungkan Gerakan Eco Enzyme demi Lingkungan Lebih Bersih

Penaburan Eco Enzyme Upaya Jaga Parit Bersih (*istimewa)

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kota Pontianak menjadi momentum yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam menjaga lingkungan. Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), pelajar, komunitas lingkungan, hingga warga bersama-sama menaburkan cairan eco enzyme di sepanjang parit Jalan Alianyang hingga Jalan Pangeran Natakusuma sejauh 2,1 kilometer. Setiap peserta membawa satu botol eco enzyme, sementara enam mobil pemadam kebakaran turut menyemprotkan cairan tersebut ke jaringan parit.

Aksi ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi menjadi upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Parit yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan warga diharapkan terbebas dari bau tidak sedap, pencemaran, serta mampu mengurangi risiko genangan air saat hujan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, menjaga kebersihan parit bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh warga karena manfaatnya akan kembali dirasakan masyarakat sendiri.

Ia menjelaskan, selama ini pencemaran akibat sampah dan limbah rumah tangga maupun usaha telah menurunkan kualitas air di banyak parit. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan bau, tetapi juga meningkatkan risiko banjir dan berdampak pada kesehatan warga.

Melalui penggunaan eco enzyme, masyarakat diajak melihat bahwa limbah organik rumah tangga sebenarnya masih memiliki nilai manfaat. Sisa buah dan sayuran yang biasanya dibuang dapat difermentasi menjadi cairan ramah lingkungan yang membantu memperbaiki kualitas air sekaligus mengurangi pencemaran.

“Kita belajar bahwa pengelolaan sampah dimulai dari rumah. Sampah organik ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Edi menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak terus mendorong pengurangan sampah dari sumbernya melalui penguatan bank sampah, penyediaan ruang terbuka hijau, hingga pendidikan lingkungan bagi anak-anak di sekolah. Namun, menurutnya, keberhasilan berbagai program tersebut sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.

Ia berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia mampu menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan besar berawal dari tindakan kecil yang dilakukan setiap hari, seperti memilah sampah, menjaga kebersihan parit, dan tidak membuang limbah sembarangan.

“Mari kita ubah kepedulian menjadi tindakan dan tindakan menjadi budaya. Langkah kecil yang dilakukan bersama akan membawa manfaat besar bagi lingkungan dan generasi mendatang,” tuturnya.

Edi juga mengapresiasi komunitas lingkungan, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, sekolah, serta seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi menjaga kebersihan Kota Pontianak.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, menjelaskan penggunaan eco enzyme dipilih karena dinilai mampu membantu memperbaiki kualitas air secara alami. Cairan hasil fermentasi limbah organik tersebut mengandung mikroorganisme baik yang dapat menekan perkembangan bakteri penyebab pencemaran.

“Harapannya, bau di parit berkurang, kadar oksigen meningkat, dan kualitas air menjadi lebih baik sehingga lingkungan menjadi lebih sehat bagi masyarakat,” katanya.

Program ini dilatarbelakangi kondisi sejumlah parit di Kota Pontianak yang mulai tercemar limbah rumah tangga maupun aktivitas usaha. Jika kualitas air membaik, manfaatnya tidak hanya dirasakan dari berkurangnya bau, tetapi juga meningkatnya kenyamanan lingkungan serta pulihnya ekosistem perairan.

Pontianak menjadi salah satu daerah yang mulai menerapkan penaburan eco enzyme secara massal. Sebelum kegiatan dilakukan, para pelajar mendapatkan pelatihan membuat eco enzyme di sekolah masing-masing. Dari proses tersebut berhasil dikumpulkan sekitar 1.900 liter eco enzyme yang kemudian digunakan dalam aksi bersama.

DLH akan mengevaluasi efektivitas program melalui pengujian sampel air sebelum dan sesudah penaburan. Apabila hasilnya menunjukkan perbaikan kualitas air, program ini akan diperluas ke seluruh enam kecamatan di Kota Pontianak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga.

Keterlibatan pelajar menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini. Salah seorang peserta, Yaya Ditami, siswi kelas XI SMK Negeri 1 Pontianak, mengaku senang dapat ikut berkontribusi menjaga lingkungan.

Menurutnya, eco enzyme tidak hanya bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, tetapi juga membantu menjaga kualitas air di parit sehingga lingkungan menjadi lebih bersih.

“Saya ikut membuat sekitar 10 botol eco enzyme di sekolah. Saat ini masih dalam proses fermentasi sebelum nantinya bisa digunakan,” katanya.

Bagi Yaya, kegiatan seperti ini memberikan pengalaman bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Ia pun mengajak seluruh pelajar dan masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan parit serta tidak membuang sampah sembarangan.

“Mari kita jaga parit, jaga lingkungan, dan jaga kebersihan. Jangan pernah merusak lingkungan sekitar,” pesannya. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan