Zona Ponti

STAI Mempawah Gelar Wisuda ke-IX, Cetak 71 Lulusan dari Empat Program Studi

Suasana Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-IX STAI Mempawah Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung BP2TD Mempawah, Kamis (29/10/2026). (*mus)

WWW.ZONAPONTI.COM, MEMPAWAH – Sebanyak 71 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mempawah resmi menyandang gelar sarjana dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-IX Tahun Akademik 2026/2027. Para lulusan diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk membuka peluang kerja, mengembangkan potensi diri, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wisuda berlangsung khidmat di Gedung BP2TD Mempawah, Kamis (29/10/2026), dengan mengusung tema pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul. Kegiatan ini menjadi penanda selesainya masa pendidikan bagi para lulusan sekaligus awal bagi mereka untuk berkiprah di dunia kerja dan lingkungan sosial.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Mempawah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Kopertais Wilayah XI Kalimantan Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Mempawah, kepala sekolah dan madrasah, Ketua Yayasan Asmaul Husna, serta jajaran civitas akademika STAI Mempawah.

Ketua Panitia Wisuda, Dofir, menyampaikan bahwa 71 sarjana yang diwisuda berasal dari empat program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Tadris Bahasa Inggris (TBI), Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan Ahwal Al-Syakhshiyyah (AS).

Keempat program studi tersebut membekali lulusan dengan bidang keilmuan yang beragam. Bekal ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan karier, meningkatkan kompetensi profesional, serta menjawab kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan, bahasa, ekonomi syariah, dan hukum keluarga Islam.

Bekal pendidikan untuk menghadapi tantangan

Ketua STAI Mempawah, Dr. Ismail, M.Pd.I., mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci dalam memajukan pendidikan tinggi. Karena itu, pengembangan kualitas dosen dan lingkungan akademik terus dilakukan agar mahasiswa memperoleh proses pembelajaran yang semakin baik.

Salah satu upaya tersebut ditunjukkan melalui sejumlah dosen STAI Mempawah yang telah menyelesaikan studi doktoral. Peningkatan kualifikasi tenaga pengajar diharapkan turut memperkuat kualitas pembelajaran dan memperluas wawasan mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah XI Kalimantan, Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana.

“Para wisudawan diminta untuk tidak berhenti belajar. Belajar dan terus belajar,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan setelah lulus tidak hanya berkaitan dengan memperoleh pekerjaan, tetapi juga kemampuan beradaptasi, meningkatkan keterampilan, dan menerapkan ilmu sesuai kebutuhan zaman.

Bagi para lulusan, pendidikan tinggi diharapkan menjadi modal untuk terus berkembang sekaligus berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah perlu diwujudkan melalui karya, profesionalisme, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

SDM unggul dimulai dari manfaat bagi masyarakat

Suasana Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-IX STAI Mempawah Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung BP2TD Mempawah, Kamis (29/10/2026).

Pengembangan SDM unggul yang menjadi perhatian dalam wisuda ini mencakup empat aspek penting, yaitu berpendidikan, terdidik, maju, dan unggul.

Aspek berpendidikan menekankan pentingnya kesempatan memperoleh pendidikan formal sebagai dasar pembentukan karakter, pengetahuan, dan keterampilan. Pendidikan diharapkan membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperluas peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Aspek terdidik berkaitan dengan kemampuan seseorang mengembangkan kompetensi melalui proses pembelajaran, penelitian, dan penyusunan karya ilmiah. Bagi lulusan perguruan tinggi, bekal tersebut perlu diterapkan dalam pekerjaan maupun kegiatan sosial agar ilmu yang dimiliki menghasilkan manfaat nyata.

Selanjutnya, aspek maju menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam pengembangan pendidikan tinggi. Pemerintah daerah, masyarakat, pondok pesantren, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya memiliki peran dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan daerah.

Adapun aspek unggul mengarah pada kemampuan lulusan menghasilkan karya dan memberikan kontribusi sesuai bidang keahliannya. Keunggulan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari produktivitas, integritas, kepedulian sosial, serta kesediaan untuk terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan dan gotong royong.

Melalui empat aspek tersebut, pendidikan tinggi diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi berlanjut menjadi kemampuan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Lulusan diharapkan ikut membangun Mempawah

Kelulusan 71 sarjana ini menambah sumber daya manusia terdidik di Kabupaten Mempawah. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat berbagai sektor sesuai kompetensi masing-masing, baik melalui dunia kerja, kewirausahaan, pendidikan, maupun pengabdian kepada masyarakat.

STAI Mempawah berharap para alumni mampu menjaga nama baik almamater, terus meningkatkan kemampuan, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.

Bagi masyarakat Mempawah dan Kalimantan Barat, keberadaan lulusan perguruan tinggi diharapkan turut membuka peluang kolaborasi, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Dengan demikian, keberhasilan wisuda tidak hanya tercermin dari jumlah sarjana yang dihasilkan, tetapi juga dari kontribusi para lulusan dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan menciptakan perubahan positif di lingkungan masing-masing. (*Mus)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan