Zona Ponti

TPAKD Pontianak Sukses Tingkatkan Literasi Keuangan, Pelajar Aktif Menabung dan UMKM Makin Digital

Inklusi Keuangan Harus Berdampak bagi Masyarakat (*istimewa)

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus memperluas akses layanan keuangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Mulai dari membiasakan pelajar gemar menabung, membantu UMKM berkembang melalui digitalisasi, hingga memberikan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, penguatan inklusi keuangan tidak hanya soal banyaknya layanan keuangan yang tersedia, tetapi juga bagaimana layanan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mewujudkan hal itu, Pemkot Pontianak memiliki Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, lembaga jasa keuangan, sekolah, pelaku usaha, perguruan tinggi, komunitas, hingga berbagai instansi di Kota Pontianak. Tim yang dibentuk sejak 2020 tersebut terus menjalankan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pada 2025, capaian program kerja TPAKD Kota Pontianak secara agregat mencapai 145,74 persen.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mendorong perluasan akses keuangan secara lebih nyata dan terukur,” ujar Edi saat mengikuti asesmen TPAKD Award Tahun 2026 di Pontive Center, Jumat (31/7/2026) sore.

Salah satu program yang terus didorong adalah Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program ini bertujuan membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah. Hasilnya, jumlah rekening pelajar meningkat dari 107.121 rekening pada 2023 menjadi 167.210 rekening pada akhir 2025 atau tumbuh rata-rata 25,99 persen. Nilai tabungan pelajar juga naik dari Rp20,18 miliar menjadi Rp31,74 miliar.

Menurut Edi, peningkatan itu menunjukkan semakin banyak pelajar yang mulai terbiasa mengelola keuangan sejak dini. Hal itu terlihat dari menurunnya jumlah rekening yang tidak aktif (dormant) dari 27,56 persen pada 2023 menjadi 19,74 persen pada akhir 2025. Artinya, pelajar tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga aktif menggunakannya untuk menabung.

Agar budaya menabung semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, Pemkot Pontianak menghadirkan berbagai pendekatan kreatif, seperti program Tabungan dari Barang Bekas (TABUNGKU). Melalui program ini, pelajar diajak menabung sekaligus memanfaatkan barang bekas yang masih bernilai. Selain itu, edukasi keuangan juga dikemas melalui Tundang, tradisi Melayu yang memadukan pantun dan gendang sehingga pesan tentang pentingnya mengelola keuangan lebih mudah diterima masyarakat.

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada para pekerja rentan dan pekerja sektor informal. Melalui TPAKD, cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan terus diperluas. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah peserta aktif pekerja bukan penerima upah meningkat 69,13 persen, dari 8.702 peserta pada 2023 menjadi 14.718 peserta pada akhir 2025.

“Pada 2025, sebanyak 6.489 peserta terlindungi melalui dukungan APBD,” ungkap Edi.

Di sektor usaha, Pemkot Pontianak juga mendorong UMKM semakin mudah menerima pembayaran secara digital. Pada 2025, jumlah merchant QRIS di Kota Pontianak mencapai 186.753 atau meningkat 12,89 persen dibanding tahun sebelumnya. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata penambahan merchant mencapai lebih dari 28 ribu setiap tahun.

Selain itu, Pemkot mengembangkan Elektronifikasi Pendapatan Online Terintegrasi (e-Ponti) untuk memudahkan masyarakat membayar pajak dan retribusi daerah secara digital.

“Pada 2025, penerimaan melalui QRIS retribusi tercatat Rp493,33 juta dan turut mendorong pendapatan sektor retribusi sebesar Rp29,32 miliar,” jelasnya.

Keberhasilan pengembangan transaksi digital tersebut juga mengantarkan Pemkot Pontianak meraih empat penghargaan dari Bank Indonesia pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025.

Edi berharap kolaborasi melalui TPAKD terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat akses keuangan yang mudah, aman, dan inklusif.

“Tujuan akhirnya adalah masyarakat lebih berdaya. Pelajar cerdas finansial, UMKM naik kelas, pekerja rentan terlindungi, dan ekonomi kota semakin kuat,” pungkasnya. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan