Wali Kota Pontianak Minta Perbankan Perluas Akses KUR agar Lebih Banyak UMKM Berkembang
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Pelaku UMKM di Kota Pontianak diharapkan semakin mudah mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar usaha mereka dapat berkembang dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Untuk mewujudkan hal itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta perbankan memperluas penyaluran KUR, terutama kepada masyarakat yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Permintaan tersebut disampaikan Edi saat memberikan arahan pada Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (8/7/2026).
Menurut Edi, akses pembiayaan yang mudah menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat yang ingin mengembangkan usaha. Dengan modal yang memadai, pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk meningkatkan produksi, memperluas usaha, hingga menciptakan lapangan pekerjaan baru.
“Perluasan akses pembiayaan produktif menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perbankan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan, khususnya melalui peningkatan inklusi keuangan sebagaimana menjadi bagian dari target pembangunan nasional dalam RPJPN 2025–2045.
“Oleh sebab itu, perbankan harus ikut berkontribusi melalui perluasan akses pembiayaan, termasuk KUR,” katanya.
Edi menilai masih banyak pelaku UMKM yang memiliki usaha layak, namun belum dapat mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan. Karena itu, ia meminta bank penyalur KUR lebih aktif menjangkau masyarakat yang memenuhi persyaratan tetapi belum memperoleh layanan pembiayaan.
Dengan hadirnya Roadmap TPAKD Kota Pontianak 2026–2030, ia berharap berbagai program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha.
“Kita perlu memastikan bahwa program-program TPAKD benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam membuka akses KUR bagi pelaku usaha yang membutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat Rochma Hidayati mengungkapkan bahwa sebagian besar program kerja TPAKD Kota Pontianak tahun 2025 telah mencapai bahkan melampaui target. Dari 10 program yang dijalankan, sembilan di antaranya berhasil direalisasikan sesuai sasaran.
Namun, penyaluran Kredit Usaha Rakyat masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Dari target 5.500 penerima KUR, hingga akhir 2025 baru sekitar 4.800 pelaku usaha yang berhasil memperoleh pembiayaan. Artinya, masih ada sekitar 700 calon debitur yang belum terlayani.
“Jadi masih kurang sekitar 700 debitur,” ungkap Rochma.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar semakin banyak masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dapat memperoleh akses pembiayaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka.
Menurutnya, OJK siap memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi atas kendala yang dihadapi dalam penyaluran KUR.
“Karena ini terkait dengan perbankan, tentunya kami siap mendukung. Mari kita rapatkan dan diskusikan apa masalahnya, sehingga di tahun 2026 bisa kita perbaiki,” tutupnya. (*istimewa)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

