73 Inovasi Unggulan Pontianak Raih Penghargaan, Bahasan Tekankan Pelayanan Publik Berkualitas
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak menjadikan Innovative Government Award (IGA) 2026 sebagai kesempatan untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik. Menurutnya, setiap inovasi yang lahir dari perangkat daerah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan warga.
Bahasan menyampaikan, IGA membuka peluang yang sama bagi seluruh perangkat daerah untuk menunjukkan kreativitas, dedikasi, serta kinerja terbaik melalui berbagai inovasi. Ia menegaskan bahwa setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Semua punya kesempatan. Manfaatkan ini untuk berkarier, untuk membuat prestasi. Jadi ASN ini tergantung dirinya masing-masing,” ujarnya saat membuka Sosialisasi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 dan Penyerahan Apresiasi Inovasi Unggulan Tahun 2025 di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Selasa (21/7/2026).
Ia menekankan bahwa inovasi tidak cukup hanya terlihat baik di atas kertas. Setiap program yang diusulkan harus memiliki data yang kuat, dapat dibuktikan di lapangan, dan benar-benar memberikan dampak terhadap pelayanan kepada masyarakat.
“Semuanya pakai data. Data yang masuk harus dipastikan dengan fakta di lapangan,” katanya.
Bahasan menilai, perkembangan teknologi membuat masyarakat kini semakin mudah menyampaikan aspirasi, kritik, maupun keluhan melalui media sosial, aplikasi pesan, hingga berbagai kanal pengaduan pemerintah. Karena itu, pemerintah harus semakin cepat merespons setiap laporan yang masuk.
Menurutnya, setiap pengaduan warga perlu ditindaklanjuti dengan turun langsung ke lapangan agar akar persoalan dapat diketahui secara menyeluruh dan solusi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Kalau ada laporan, cek ke lapangan langsung. Kita harus hadir kepada masyarakat dan memberikan solusi,” jelasnya.
Ia kembali mengingatkan bahwa pelayanan publik harus berorientasi pada kemudahan. Warga tidak boleh dipersulit dalam mengakses layanan pemerintah apabila prosesnya dapat dilakukan dengan lebih sederhana dan cepat.
“Saya selalu menekankan pelayanan publik yang terbaik, kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” tegas Bahasan.
Menurutnya, masih banyak persoalan yang langsung dirasakan masyarakat, seperti kondisi jalan lingkungan, penerangan jalan umum, hingga layanan dasar lainnya. Permasalahan tersebut harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan aktivitas sehari-hari warga.
Bahasan mencontohkan layanan penerangan jalan umum. Masyarakat telah memenuhi kewajibannya membayar retribusi, sehingga pemerintah juga memiliki tanggung jawab memastikan fasilitas tersebut dapat dinikmati dengan baik. Apabila masih terdapat ruas jalan yang gelap, perangkat daerah diminta segera mencari solusi agar pelayanan sesuai harapan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN memiliki pola pikir yang selalu berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, menghadirkan kesejahteraan tidak selalu diwujudkan dalam bentuk bantuan keuangan, melainkan melalui pelayanan yang cepat, penyelesaian persoalan warga, serta program-program yang tepat sasaran.
“Sebagai ASN, kita harus punya mindset bagaimana menyejahterakan masyarakat. Artinya hadir memberikan solusi dengan program-program yang ada di setiap perangkat daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bahasan juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap pelayanan pemerintah, termasuk pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ia menegaskan praktik titip-menitip harus dihindari agar proses penerimaan berjalan adil, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat.
“Komitmen semua, tidak ada yang namanya titip-menitip. Kalau tidak ada titip-menitip, semuanya aman,” katanya.
Ia menilai persoalan pendidikan juga harus diselesaikan melalui langkah yang lebih terencana, mulai dari memperbaiki sistem, memetakan kebutuhan wilayah, hingga menambah atau memperkuat fasilitas pendidikan di kawasan yang masih kekurangan sekolah.
Menutup sambutannya, Bahasan berharap inovasi yang telah memperoleh penghargaan tidak berhenti sebatas prestasi administratif, tetapi menjadi budaya kerja yang terus berkembang di setiap perangkat daerah sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Jadikan ini kebiasaan. Kita bergerak bersama-sama, karena kita punya kemampuan dan kapasitas. Tinggal kemauan dan keyakinan kita,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Pontianak juga menyerahkan Sertifikat Penghargaan Inovasi Unggulan Kota Pontianak Tahun 2025 kepada 73 inovasi unggulan hasil pengukuran Indeks Inovasi Daerah oleh Kementerian Dalam Negeri.
Perangkat Daerah/BUMD dengan Skor Kematangan Inovasi Tertinggi
- Baca Meter Mandiri – Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa (Skor 102).
- PERPUSG2S (Perpus Goes to School) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak (Skor 99).
- D’Master (Data Masyarakat Miskin Terintegrasi) – Dinas Sosial Kota Pontianak (Skor 98).
- NGIDAM BERAS SECANTING (Kunjungi, Dampingi, Beri Edukasi Pencegahan Stunting) – DP2KBP3A Kota Pontianak (Skor 98).
- E-PONTI (Elektronifikasi Pajak Online Terintegrasi) – Badan Pendapatan Daerah Kota Pontianak (Skor 97).
UPT/Kelurahan dengan Skor Kematangan Inovasi Tertinggi
- BINTANG INKLUSI – UPT Layanan Disabilitas dan Assessment Center (LDAC) Kota Pontianak (Skor 96).
- Layanan Pengaduan Permasalahan Pertanahan Kelurahan Bansir Darat – Kelurahan Bansir Darat (Skor 94).
- MAKELAR (Metode Asuhan Keperawatan) – UPT RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Kota Pontianak (Skor 93).
- GEMA BUBA TAHU (Gerakan Makan Telur Rebus untuk Ibu Hamil dan Balita Stunting Tanjung Hulu) – UPT Puskesmas Tanjung Hulu (Skor 92).
- CERIA (Cerdik Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Skrining oleh Kader Kesehatan) – UPT Puskesmas Telaga Biru (Skor 91).
Penerima Apresiasi Khusus
- Digitalisasi Hutan Sekolah dari SMP Negeri 29 Pontianak sebagai inovasi terbaik kategori satuan pendidikan.
- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak sebagai perangkat daerah yang mengirimkan lebih dari satu inovasi.
- DP2KBP3A Kota Pontianak sebagai perangkat daerah dengan satu inovator yang berhasil menghasilkan lebih dari satu inovasi.
- UPT RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Kota Pontianak sebagai UPT yang berhasil mengirimkan lebih dari satu inovasi. (*istimewa)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

