Kualitas Udara Pontianak 12 September 2026 Masih Tidak Sehat
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Warga Kota Pontianak kembali dihadapkan pada kondisi udara yang kurang bersahabat, Sabtu (12/9/2026). Kabut asap yang masih terasa di sejumlah wilayah Kalimantan Barat membuat kualitas udara menjadi perhatian, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar rumah.
Data pemantauan kualitas udara yang tersedia menunjukkan kondisi udara Pontianak masih berada pada level yang perlu diwaspadai. AccuWeather mencatat indeks kualitas udara (AQI) Pontianak untuk Sabtu (12/9) berada di angka 194, dengan kategori Very Unhealthy atau sangat tidak sehat.
Pada kondisi seperti ini, paparan udara di luar ruangan dapat mulai dirasakan masyarakat. Kelompok yang lebih rentan, termasuk anak-anak dan orang dengan kondisi sensitif terhadap polusi udara, dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, data IQAir yang diperbarui pada Jumat (11/9) menunjukkan kualitas udara Pontianak sempat berada pada kategori Hazardous atau berbahaya, dengan AQI mencapai 348 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 249 mikrogram per meter kubik. Data tersebut berasal dari lima stasiun pemantauan dari tiga kontributor, yakni Lab Geofisika FMIPA Universitas Tanjungpura, Greenpeace Indonesia, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Perbedaan angka antarplatform menunjukkan bahwa kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu dan hasil pemantauan juga bergantung pada lokasi serta sumber sensor yang digunakan. Karena itu, masyarakat perlu melihat pembaruan kualitas udara secara berkala, terutama ketika hendak melakukan aktivitas di luar rumah.
PM2.5 Jadi Perhatian
Partikel PM2.5 menjadi salah satu indikator penting dalam kondisi udara saat ini. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan ketika terhirup.
BMKG Kalimantan Barat juga menyediakan pemantauan partikulat PM2.5 melalui sejumlah stasiun di wilayah Kalimantan Barat. Pada laman pemantauan kualitas udara, BMKG mencantumkan stasiun di Kubu Raya, Mempawah dan Sintang, dengan PM2.5 diukur menggunakan metode pemantauan partikulat berbasis sinar beta.
Bagi warga Pontianak, kondisi udara yang buruk bukan sekadar persoalan angka pada aplikasi. Kabut asap dapat memengaruhi kenyamanan aktivitas sehari-hari, mulai dari perjalanan menggunakan sepeda motor, aktivitas olahraga, hingga kegiatan anak-anak di luar rumah.
Warga Diminta Lebih Waspada
Dengan kondisi kualitas udara yang masih tidak sehat, masyarakat disarankan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus dapat menjadi salah satu langkah perlindungan.
Warga juga dianjurkan memperhatikan kondisi tubuh. Keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa mengganjal, mata perih, sesak atau kesulitan bernapas sebaiknya tidak diabaikan.
Pemerintah Kota Pontianak sebelumnya juga pernah mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap. Pada Agustus 2026, Pemkot Pontianak memberlakukan pembelajaran daring untuk jenjang PAUD, TK, SD dan SMP setelah kualitas udara memburuk.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Bagi warga yang memiliki bayi, anak-anak, lansia maupun kelompok rentan lainnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika kualitas udara kembali memburuk.
Untuk sementara, aktivitas di luar rumah sebaiknya disesuaikan dengan kondisi udara. Warga Pontianak tidak perlu panik, tetapi tetap perlu waspada dan mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari sumber pemantauan yang tersedia. (*)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

