Hari Ini 3 Chinook Jepang Mulai Operasi Tangani Karhutla Kalbar
WWW.ZONAPONTI.COM, KALIMANTAN BARAT – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat memasuki babak baru. Tiga helikopter berat CH-47 Chinook bantuan Pemerintah Jepang mulai disiapkan untuk memperkuat operasi pemadaman dari udara pada Sabtu (12/9/2026).
Kehadiran armada udara ini menjadi harapan baru di tengah kondisi karhutla yang masih mengancam sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Bagi masyarakat yang dalam beberapa hari terakhir harus beraktivitas di tengah kabut asap, operasi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi tambahan kekuatan di udara, tetapi mampu mempercepat penanganan titik-titik api di lapangan.
Tiga Chinook tersebut dibawa menggunakan kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki yang tiba di Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, pada Kamis (10/9/2026). Kapal tersebut membawa personel sekaligus perlengkapan pendukung untuk misi kemanusiaan penanganan bencana.
Sebelum digunakan dalam operasi, helikopter menjalani proses uji terbang di Bandara Supadio, Pontianak. Pemerintah memastikan dukungan Jepang tersebut diarahkan untuk memperkuat operasi water bombing, terutama pada lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Tantangan Karhutla Kalbar Bukan Sekadar Api di Permukaan
Kondisi geografis Kalimantan Barat membuat pemadaman karhutla tidak mudah. Banyak wilayah yang terbakar berada di kawasan gambut. Api yang terlihat dari permukaan belum tentu menunjukkan kondisi sebenarnya karena bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah.
Selain itu, keterbatasan sumber air menjadi persoalan tersendiri bagi tim pemadam. Kondisi tersebut membuat dukungan helikopter berkapasitas besar menjadi penting, terutama untuk menjangkau kawasan yang sulit dimasuki kendaraan pemadam.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menyebut tiga Chinook tersebut akan mendukung pemadaman dari udara sekaligus membantu pengangkutan logistik menuju lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Dengan kemampuan angkut dan operasionalnya, armada tersebut diharapkan dapat membantu petugas menghadapi kebakaran di wilayah yang aksesnya terbatas.
Operasi Dijadwalkan 12–19 September
Kementerian Pertahanan sebelumnya memastikan tiga helikopter bantuan Jepang dijadwalkan digunakan dalam operasi penanganan karhutla pada 12 hingga 19 September 2026. Pengoperasian dilakukan setelah rangkaian persiapan dan pengujian teknis.
Bantuan Jepang ini menjadi bagian dari kerja sama kemanusiaan Indonesia-Jepang dalam penanganan bencana. Kehadiran JS Kunisaki di Kalimantan Barat membawa personel dan peralatan yang diperlukan untuk mendukung operasi pemadaman.
Bagi Kalimantan Barat, bantuan tersebut datang ketika penanganan karhutla membutuhkan pengerahan kekuatan dari berbagai sisi, baik melalui operasi darat maupun udara.
Warga Menunggu Dampak Nyata
Di tengah berbagai operasi yang dilakukan pemerintah, masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan dampak ketika karhutla meluas.
Asap tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan.
Karena itu, keberadaan tiga Chinook Jepang diharapkan memberikan hasil nyata di lapangan. Bukan hanya mampu menjatuhkan air ke titik api, tetapi juga membantu petugas mengendalikan kebakaran sebelum meluas ke kawasan lain.
Kehadiran bantuan internasional ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan karhutla Kalimantan Barat membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, masyarakat, perusahaan, relawan, hingga dukungan negara sahabat harus bergerak dalam satu koordinasi.
Bagi warga Pontianak dan daerah sekitarnya, harapannya sederhana: api segera padam, asap berkurang, dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Operasi tiga Chinook Jepang yang dimulai hari ini pun menjadi salah satu tumpuan baru dalam upaya mempercepat penanganan karhutla Kalimantan Barat. (*)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

