Air Tawar Gratis di Pontianak, Ini Lokasi dan Jam Pengambilannya
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Warga Pontianak yang kesulitan mendapatkan air tawar untuk kebutuhan sehari-hari kini memiliki pilihan tambahan. Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menambah titik pengambilan air tawar gratis di Booster Wonoyoso, Jalan Purnama Madya, Pontianak Selatan.
Sebelumnya, layanan serupa sudah tersedia di Booster Perum III, Pontianak Timur. Di kedua lokasi tersebut, warga bisa datang membawa jeriken atau wadah sendiri untuk mengambil air mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.
Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat di tengah kondisi air baku yang terdampak musim kemarau dan masuknya air asin. Kebutuhan seperti mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya menjadi perhatian karena kualitas air perpipaan belum sepenuhnya kembali normal.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan dirinya telah meminta Perumda Tirta Khatulistiwa menyiapkan titik-titik pengambilan air bagi masyarakat.
“Saya sudah memerintahkan PDAM untuk menyiapkan tempat-tempat tersebut,” ujar Edi, Senin (31/8/2026).
Selain menyediakan titik pengambilan air, Pemkot Pontianak juga berupaya mendekatkan pasokan air tawar ke kawasan yang membutuhkan. Distribusi menggunakan mobil tangki terus dilakukan, meski jumlah armada yang tersedia masih terbatas.
Untuk memperluas jangkauan pelayanan, pemerintah menggandeng sejumlah pihak. Dukungan mobil tangki datang dari PMI, pemadam kebakaran, kepolisian, hingga kendaraan bak terbuka yang dilengkapi tandon air.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi beban warga yang dalam beberapa hari terakhir harus membeli air galon untuk kebutuhan rumah tangga. Antrean pembelian air juga sempat terjadi di sejumlah lokasi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Kami usahakan air tawar ini tetap tersedia,” kata Edi.
Warga Bisa Ambil Air Gratis
Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah memastikan air di titik pengambilan tersebut gratis. Warga cukup membawa wadah sendiri, kemudian mengambil air melalui keran yang telah disediakan.
Layanan ini sudah berjalan sejak Rabu lalu dan menjadi salah satu langkah untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap air tawar selama kondisi air baku belum sepenuhnya stabil.
Menurut Abdullah, air yang disediakan memiliki kualitas yang dapat digunakan untuk konsumsi. Namun, masyarakat tetap diminta memasaknya terlebih dahulu sebelum diminum.
“Kualitasnya bisa untuk minum, tetapi kami harapkan sebelum dikonsumsi dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.
Untuk persediaan, Booster Perumnas III saat ini memiliki sekitar 500 meter kubik air. Kapasitas yang hampir sama juga tersedia di Booster Wonoyoso. Sementara ketersediaan di kawasan Imam Bonjol akan menyesuaikan kondisi pasokan air baku dari Penepat.
Abdullah menegaskan keberadaan titik air gratis tersebut tidak mengurangi pelayanan kepada pelanggan yang menggunakan jaringan perpipaan. Seluruh instalasi tetap dioperasikan secara maksimal untuk menjaga distribusi air harian.
“Untuk operasional rutin, semua instalasi tetap kita maksimalkan. Ini tidak mengganggu aliran harian,” katanya.
Distribusi Terus Disesuaikan Kondisi Lapangan
Kondisi air baku di Sungai Kapuas kini mulai membaik. Kadar garam tercatat turun hingga di bawah 1.000 miligram per liter. Kondisi serupa juga terlihat di Parit Mayor sehingga distribusi melalui jaringan perpipaan terus dimaksimalkan.
Meski demikian, Perumda tetap memantau kondisi air baku dan kebutuhan warga dari waktu ke waktu. Jika permintaan meningkat, titik pengambilan air gratis dapat ditambah.
Warga yang membutuhkan tambahan titik air juga dapat berkoordinasi melalui lurah setempat. Selanjutnya, kebutuhan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan lokasi dan jumlah pasokan yang diperlukan.
Perumda juga memastikan fasilitas kesehatan tetap menjadi prioritas dalam distribusi air bersih. Rumah sakit yang melayani pasien cuci darah menjadi salah satu fasilitas yang mendapat perhatian khusus karena membutuhkan pasokan air secara rutin.
“Yang rutin kami lakukan adalah suplai untuk instalasi darurat rumah sakit, terutama rumah sakit yang menangani pasien cuci darah. Itu menjadi prioritas kami,” pungkas Abdullah.
Dengan penambahan titik air gratis, dukungan distribusi dari berbagai pihak, serta pemantauan kondisi air baku, pemerintah dan Perumda Tirta Khatulistiwa berupaya memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kondisi air baku belum sepenuhnya stabil. (*istimewa)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

