Zona Ponti

Di Tengah Kemarau dan Kabut Asap, Edi Kamtono Ajak Warga Perkuat Doa dan Kepedulian

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah SAW dan saling menguatkan dalam menghadapi kondisi kemarau, kabut asap, serta keterbatasan air tawar.

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi masyarakat Kota Pontianak untuk kembali memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan doa bersama. Terlebih, warga masih menghadapi dampak musim kemarau yang membuat kabut asap dan keterbatasan air tawar dirasakan di sejumlah wilayah.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Edi, sikap sabar, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersamaan menjadi penting ketika masyarakat sedang menghadapi kondisi yang tidak mudah.

“Di momen Maulid ini, akhlak Nabi Muhammad harus kita jadikan dasar dalam bermasyarakat. Ini menjadi ikhtiar kita untuk introspeksi dan memperbaiki diri,” ujarnya di hadapan Majelis Taklim Al Jawahir, Sabtu (5/9/2026).

Ia mengatakan, kemarau yang masih dirasakan warga Pontianak membawa sejumlah persoalan. Selain kabut asap, keterbatasan air tawar juga menjadi tantangan yang harus dihadapi masyarakat.

“Kalau sudah musim kemarau di Kota Pontianak ini memang tidak mudah. Tidak hanya asap, air tawar juga menjadi tantangan,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Edi menyebut pemerintah bersama berbagai pihak terus berupaya membantu masyarakat. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari menyiapkan pelayanan kesehatan, mendistribusikan air tawar, hingga memperkuat koordinasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Namun, menurutnya, upaya menghadapi kondisi tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Doa dan kepedulian masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi yang sedang terjadi.

Salah satunya melalui pelaksanaan salat istisqa pada 29 Agustus 2026 di Masjid Raya Mujahidin dan sejumlah lokasi lainnya. Salat tersebut menjadi ikhtiar masyarakat untuk memohon ampunan sekaligus meminta turunnya hujan yang membawa keberkahan.

“Salat istisqa itu bagian dari ikhtiar kita untuk memohon ampunan dan mudah-mudahan mendapatkan hujan yang berkah,” jelasnya.

Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Kota Pontianak pun disambut sebagai sesuatu yang patut disyukuri. Edi berharap hujan tersebut dapat membantu memperbaiki kualitas udara, mengurangi kabut asap, sekaligus membantu kondisi ketersediaan air baku.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta tetap menjaga lingkungan. Kondisi geografis Pontianak dan Kalimantan Barat yang memiliki kawasan lahan gambut membuat potensi kebakaran perlu diwaspadai, terutama saat kemarau.

Karena itu, warga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu munculnya api.

“Kita tinggal di wilayah yang memiliki lahan gambut. Karena itu, mari sama-sama menjaga lingkungan dan menghindari hal-hal yang bisa memicu kebakaran,” pesannya.

Edi berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat semakin mempererat hubungan antarwarga. Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat akan lebih mudah dilalui apabila warga tetap saling membantu, saling mendoakan, dan tidak kehilangan semangat kebersamaan.

“Mudah-mudahan dengan Maulid ini, doa-doa kita dikabulkan Allah SWT. Kota Pontianak dijauhkan dari marabahaya, diberi rahmat, dan dilindungi dari bencana yang lebih berat,” tutupnya. (*)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan