Zona Ponti

Ekonomi Pontianak Tumbuh 6,10 Persen, Edi Dorong Kolaborasi dan Investasi Berkelanjutan

Pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak mencapai 6,10 persen pada triwulan I 2026. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menegaskan kolaborasi dan investasi menjadi kunci menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat terus diperkuat Pemerintah Kota Pontianak untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja dan usaha bagi warga. Upaya itu menjadi salah satu langkah agar perekonomian tetap tumbuh di tengah tantangan ekonomi nasional maupun global.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat menjadi narasumber pada kegiatan Penguatan Kapasitas Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (25/7/2026).

Dalam pemaparannya bertajuk Kolaborasi Pemerintah Kota Pontianak dalam Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan, Edi menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dirasakan masyarakat tidak bisa dicapai oleh pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.

“Pertumbuhan ekonomi harus dipastikan terus meningkat setiap tahunnya melalui investasi dan kolaborasi. Dengan sinergi seluruh pihak, potensi ekonomi Kota Pontianak dapat dioptimalkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Edi, kondisi perekonomian Kota Pontianak menunjukkan perkembangan yang positif. Pada triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,10 persen. Seiring dengan itu, jumlah penduduk miskin juga menurun dari 28,56 ribu jiwa pada 2024 menjadi 27,50 ribu jiwa pada 2025 atau berkurang sekitar empat persen.

Ia menilai, meningkatnya investasi menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan. Sepanjang tahun 2025, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) meningkat 78,9 persen menjadi Rp373,09 miliar. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp1,17 triliun.

“Dampaknya bukan hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Investasi yang masuk mampu menyerap 81.137 tenaga kerja,” katanya.

Meski demikian, Edi mengingatkan bahwa Kota Pontianak tetap harus memperkuat daya saing agar mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi pada masa mendatang.

“Pemerintah Kota telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Langkah tersebut di antaranya memperkuat kerja sama dengan kabupaten di sekitar Pontianak melalui harmonisasi tata ruang, investasi, dan perizinan. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan koridor industri dan rantai pasok kawasan, memperluas sektor ekonomi digital, pariwisata perkotaan (MICE), serta industri kreatif yang diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur konektivitas seperti jalan, pelabuhan, dan bandara juga terus didorong agar arus barang, jasa, dan perdagangan antardaerah semakin lancar sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

Edi menegaskan, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari tingginya angka pertumbuhan, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang merasakan manfaatnya melalui kesempatan kerja, meningkatnya pendapatan, dan kualitas hidup yang lebih baik.

“Kolaborasi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Kota Pontianak yang maju, sejahtera, berwawasan lingkungan, dan humanis,” pungkasnya. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan