Haru Keberangkatan Aila, Gadis 13 Tahun yang Gantikan Almarhumah Ibunya Berhaji
WWW.ZONAPONTI.COM, BATAM – Di tengah ribuan jemaah yang memadati Embarkasi Batam menuju Tanah Suci, sosok kecil bernama Aila Afifah mencuri perhatian. Usianya baru 13 tahun. Namun perjalanan yang ia tempuh tahun ini membawa makna yang jauh lebih besar dari sekadar perjalanan ibadah.
Gadis asal Pontianak itu berangkat haji dengan satu niat yang terus ia simpan di dalam hati: mendoakan almarhumah ibunya di Tanah Suci. Saat ditemui sebelum keberangkatan, Aila mengaku bahagia bisa mendapat kesempatan menunaikan rukun Islam kelima. Tetapi kebahagiaan itu bercampur haru ketika ia mulai berbicara tentang sang ibu.
“Saya ingin mendoakan ibu, memohonkan ampun untuk ibu,” ucapnya pelan.
Kalimat sederhana itu membuat banyak orang tersentuh. Di usia ketika sebagian anak masih sibuk dengan permainan dan sekolah, Aila justru membawa kerinduan mendalam kepada ibunya dalam setiap langkah menuju Mekkah.
Keberangkatan Aila bukan tanpa alasan. Ayahnya, Ismail Oemar menjelaskan bahwa putrinya berangkat menggantikan ibunya yang telah wafat. Setelah mempertimbangkan kesiapan fisik, mental, dan kemampuan Aila mengikuti seluruh rangkaian ibadah, keluarga akhirnya memutuskan memberangkatkannya.
“Dari pertimbangan saya, memungkinkan dia untuk menggantikan ibunya. Saya berharap nanti dia bisa menjalankan ibadah sucinya di Tanah Suci Mekkah,” ujarnya.
Selama perjalanan ibadah nanti, Aila akan didampingi langsung oleh sang ayah. Kehadiran orang tua di sisinya diharapkan menjadi penguat bagi Aila menjalani proses ibadah yang panjang dan melelahkan.
Di tengah suasana keberangkatan jemaah yang penuh haru dan kesibukan, Aila terlihat sederhana dan pendiam seperti anak seusianya. Namun siapa sangka, langkah kecilnya menuju Tanah Suci membawa pesan besar tentang cinta seorang anak kepada orang tua.
Kisah Aila pun lebih dulu sampai ke telinga masyarakat Pontianak sebelum keberangkatannya. Banyak warga tersentuh mendengar alasan keberangkatan gadis belia tersebut. Di antara ribuan jemaah haji Indonesia tahun ini, namanya menjadi perhatian karena menjadi jemaah termuda sekaligus membawa cerita yang begitu menyentuh hati.
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menilai perjalanan Aila bukan sekadar ibadah biasa. Menurutnya, ada nilai bakti dan ketulusan yang bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa usia muda bukan penghalang untuk memiliki niat ibadah yang kuat dan ketulusan hati. Aila membawa doa untuk ibunya, dan itu sangat menyentuh,” katanya.
Pemerintah Kota Pontianak juga merasa bangga karena ada putri daerah yang menjadi jemaah termuda Indonesia pada musim haji tahun ini. Edi berharap Aila dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan membawa pengalaman spiritual yang berharga.
Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak semua umat Muslim mendapat kesempatan yang sama untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Kami berharap dengan niat, meluruskan hati, dan keikhlasan, ibadah haji Bapak-Ibu menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Tahun ini, sebanyak 1.509 jemaah haji asal Pontianak diberangkatkan menuju Tanah Suci. Pemerintah Kota Pontianak memastikan proses keberangkatan berjalan lancar, mulai dari perjalanan menuju Batam hingga keberangkatan ke Arab Saudi.
Di balik angka ribuan jemaah tersebut, kisah Aila menjadi pengingat bahwa ibadah tidak selalu tentang usia atau kekuatan fisik semata. Di usia 13 tahun, ia belajar tentang kehilangan, keikhlasan, dan cara mencintai orang tua melalui doa-doa yang dibawanya hingga ke Tanah Suci. (*istimewa)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

