Zona Ponti

Kabut Asap Ganggu Penerbangan Supadio, Pesawat Pontianak-Jakarta Kembali Delay

Kabut asap menyelimuti kawasan Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, hingga mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan. Kondisi ini kembali berdampak pada penerbangan rute Pontianak-Jakarta. (*ilustrasi)

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Kabut asap kembali mengusik aktivitas warga yang hendak bepergian melalui Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya. Penerbangan dari Pontianak menuju Jakarta kembali mengalami keterlambatan akibat kondisi jarak pandang yang terganggu asap.

Penumpang yang sejak pagi berada di bandara terpaksa menunggu lebih lama dari jadwal keberangkatan. Kepastian waktu terbang pun harus menyesuaikan dengan perkembangan kondisi di sekitar landasan.

Bagi masyarakat, keterlambatan penerbangan bukan sekadar persoalan menunggu di ruang keberangkatan. Ada agenda kerja, urusan keluarga, perjalanan lanjutan hingga jadwal penting lainnya yang ikut terdampak ketika pesawat tidak dapat berangkat sesuai waktu yang direncanakan.

Kondisi ini menjadi gambaran lain dari dampak karhutla yang dalam beberapa pekan terakhir menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Asap yang sebelumnya lebih banyak dirasakan warga melalui gangguan kualitas udara, kini turut menghambat pergerakan masyarakat melalui jalur udara.

Keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama ketika jarak pandang di sekitar bandara menurun. Pesawat tidak dapat dipaksakan terbang apabila kondisi cuaca dan jarak pandang belum memenuhi standar keselamatan.

Situasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan kabut asap telah meluas. Dampaknya tidak hanya dirasakan warga yang mengalami gangguan pernapasan, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan transportasi udara untuk bekerja, berobat, menjalankan bisnis maupun menemui keluarga di luar daerah.

Bagi Kalbar, terganggunya penerbangan dari Supadio menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya berorientasi pada pemadaman api. Dampak asap yang sampai mengganggu konektivitas udara menunjukkan besarnya konsekuensi yang harus ditanggung masyarakat ketika kebakaran lahan terus terjadi.

Pemerintah dan seluruh pihak terkait pun dituntut memperkuat penanganan karhutla agar asap tidak semakin lama mengganggu kehidupan warga dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Barat. (*)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan