Zona Ponti

Nuzulul Qur’an 1447 H Akan Digelar di Istana Negara, Pemerintah Siapkan Perhelatan Khidmat dan Sarat Makna Kebangsaan

Pelaksanaan Nuzulul Qur’an di Istana Negara diharapkan berlangsung khidmat dan inklusif sebagai momentum refleksi nasional, sekaligus membahas agenda menjelang Idul Fitri seperti pembayaran zakat pejabat negara serta pengaturan takbiran yang berdekatan dengan Nyepi dengan tetap mengedepankan toleransi antarumat beragama. (*ISTIMEWA)

WWW,ZONAPONTI.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah/2026 Masehi akan digelar di Istana Negara, Jakarta. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/3/2026).

Dalam keterangannya kepada awak media, Menag menjelaskan bahwa pertemuan dengan Presiden secara khusus membahas kesiapan pelaksanaan peringatan Nuzulul Qur’an yang jatuh pada 17 Ramadan. Sejumlah opsi lokasi sempat dipertimbangkan, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Masjid Istiqlal. Namun, setelah melalui pembahasan, Presiden memberikan arahan agar kegiatan tersebut dipusatkan di Istana Negara.

Menurut Nasaruddin, pemilihan Istana Negara bukan sekadar keputusan teknis, melainkan memiliki makna simbolik yang kuat. Istana sebagai pusat pemerintahan dinilai representatif untuk menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an—seperti keadilan, persaudaraan, integritas, dan kemanusiaan—harus menjadi landasan dalam penyelenggaraan negara.

“Peringatan Nuzulul Qur’an bukan hanya kegiatan seremonial keagamaan. Ini adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus kebangsaan,” ujar Menag.

Ia menambahkan, pelaksanaan di Istana Negara diharapkan menghadirkan suasana yang khidmat serta melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari ulama, tokoh agama, pejabat negara, hingga perwakilan masyarakat umum. Pemerintah ingin menjadikan momentum ini sebagai ruang refleksi nasional di tengah dinamika sosial, politik, dan global yang terus berkembang.

Selain membahas lokasi, pertemuan tersebut juga menyinggung sejumlah agenda keagamaan lain menjelang Idul Fitri 1447 H. Salah satunya adalah rencana pembayaran zakat oleh Presiden dan sejumlah pejabat negara yang kemungkinan akan dirangkaikan dalam rangkaian kegiatan di Istana. Pemerintah ingin memastikan pelaksanaan ibadah tersebut berjalan tertib, transparan, dan memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.

Tak hanya itu, Kementerian Agama juga melakukan koordinasi terkait pelaksanaan takbiran Idul Fitri yang tahun ini berdekatan dengan peringatan Hari Raya Nyepi di Bali. Pemerintah menekankan pentingnya menjaga toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Salah satu opsi yang dibahas adalah pelaksanaan takbiran tanpa penggunaan pengeras suara di wilayah tertentu sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang menjalankan Nyepi.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengelola agenda keagamaan secara inklusif dan sensitif terhadap keberagaman Indonesia. Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara diharapkan tidak hanya menjadi simbol kedekatan negara dengan umat Islam, tetapi juga menjadi penegas bahwa nilai-nilai agama dapat berjalan seiring dengan semangat persatuan dan toleransi.

Dengan persiapan yang tengah dimatangkan, pemerintah berharap peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini dapat berlangsung lancar, penuh kekhidmatan, serta memberi pesan kuat bahwa ajaran Al-Qur’an tetap relevan sebagai pedoman moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan