Zona Ponti

Otonomi Daerah Bukan Sekadar Tema, Harus Dirasakan Masyarakat

Wali Kota Edi Tekankan Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran (*istimewa)

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai tema Hari Otonomi Daerah tahun ini, “Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita”, bukan sekadar slogan. Bagi warga, tema ini bermakna bagaimana daerah mampu mandiri mengelola potensi yang ada, namun tetap bertanggung jawab demi mendukung tujuan besar bangsa.

Menurutnya, peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi pengingat bahwa kerja pemerintah pusat dan daerah harus semakin sejalan. Tujuannya sederhana, agar pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam bentuk pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan berkualitas.

“Berbagai tugas dan program kita sudah berjalan. Sekarang tinggal kita lihat kembali apa yang sudah dilakukan dan apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya usai upacara.

Edi menekankan, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kesamaan arah antara pusat dan daerah. Ia menyebut sejumlah fokus utama pemerintah saat ini, mulai dari ketahanan pangan, energi dan air, pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi rakyat dan penurunan kemiskinan. Semua itu, kata dia, pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus didorong berbenah, terutama dalam pelayanan. Salah satunya melalui digitalisasi dan inovasi agar masyarakat bisa mengakses layanan lebih mudah. Saat ini, ratusan Mal Pelayanan Publik sudah hadir di berbagai daerah untuk mendekatkan layanan kepada warga.

Di Pontianak sendiri, Edi mengakui tantangan masih ada, terutama soal keterbatasan anggaran. Pada tahun 2026, dana transfer ke daerah berkurang cukup besar, sehingga pemerintah harus lebih cermat menentukan program prioritas.

Meski begitu, ia memastikan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap menjadi fokus, seperti peningkatan ekonomi, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, serta upaya meningkatkan kesejahteraan warga.

Selain menjalankan program daerah, Pemerintah Kota Pontianak juga terus mendukung berbagai program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis hingga gerakan lingkungan. Di tingkat lokal, gerakan Pontianak Asri juga terus digencarkan dengan melibatkan masyarakat.

Edi juga menyoroti keterbatasan jumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pontianak. Dengan jumlah yang masih jauh dari ideal, pemerintah dituntut bekerja lebih kreatif dan efisien, termasuk memaksimalkan teknologi dalam pelayanan.

Menurutnya, yang terpenting adalah kepekaan terhadap persoalan warga sehari-hari, mulai dari sampah, genangan air, hingga infrastruktur lingkungan. Hal-hal inilah yang langsung dirasakan masyarakat dan perlu mendapat perhatian serius.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Pontianak juga melepas ASN yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

Tak hanya itu, doa juga dipanjatkan untuk para jemaah haji asal Pontianak yang berangkat di hari yang sama, termasuk ASN di lingkungan Pemkot, agar diberikan kelancaran dan kembali dengan predikat haji mabrur.

Menutup pernyataannya, Edi mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk terus bersama-sama membangun Pontianak.

“Mari kita bangun kota ini dengan semangat, inovasi, dan kepedulian, supaya manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan