Rekor Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Belum Sepenuhnya Terasa di Kantong Warga
WWW.ZONAPONTI.COM, KALIMANTAN BARAT – Meski pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat mencatat rekor baru sebesar 6,14 persen pada triwulan pertama 2026, banyak masyarakat mengaku kondisi ekonomi sehari-hari belum benar-benar terasa membaik. Di pasar tradisional, warung kecil, hingga pelaku UMKM, keluhan soal daya beli masyarakat yang masih lemah masih sering terdengar.
Sejumlah pedagang di Pontianak mengaku penjualan belum stabil. Warga cenderung lebih berhati-hati membelanjakan uangnya dan mulai mengurangi pengeluaran yang dianggap tidak terlalu penting. Kondisi ini membuat perputaran uang di tingkat masyarakat bawah belum sekuat yang tergambar dalam angka pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, geliat pembangunan dan aktivitas industri memang mulai terlihat meningkat. Aktivitas logistik, perdagangan, hingga sektor pertambangan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kalbar. Namun pertumbuhan tersebut dinilai masih lebih banyak bergerak di sektor besar dan belum sepenuhnya menyentuh ekonomi rumah tangga masyarakat kecil.
Kondisi ini terlihat dari masih banyaknya pelaku usaha kecil yang mengeluhkan menurunnya omzet penjualan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Beberapa pedagang bahkan mengaku pembeli kini lebih selektif dan cenderung membeli kebutuhan pokok saja.
Sementara itu, masyarakat berharap pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat diikuti dengan terbukanya lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatnya pendapatan warga. Sebab bagi sebagian masyarakat, ukuran ekonomi membaik bukan hanya soal angka statistik, tetapi ketika kebutuhan rumah tangga terasa lebih ringan dan usaha kecil kembali ramai pembeli.
Pelaku UMKM juga berharap adanya dukungan yang lebih kuat, mulai dari akses permodalan, stabilitas harga bahan pokok, hingga kemudahan pengembangan usaha. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya dinikmati sektor tertentu, tetapi juga benar-benar dirasakan hingga ke lapisan masyarakat bawah.
Situasi ini menjadi gambaran bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi masih menyisakan pekerjaan rumah dalam pemerataan manfaatnya. Masyarakat berharap perkembangan ekonomi Kalbar ke depan tidak hanya tumbuh dalam angka, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan sehari-hari warga. (*istimewa)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

