Zona Ponti

Tergiur Kerja ke Malaysia, Warga Jadi Korban Jaringan PMI Ilegal di Pontianak

Harapan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di luar negeri justru membawa sejumlah warga ke dalam jerat penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Di Pontianak, kasus ini kembali terungkap setelah polisi berhasil menangkap sosok yang diduga menjadi otak di balik jaringan tersebut. (*istimewa)

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Harapan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di luar negeri justru membawa sejumlah warga ke dalam jerat penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Di Pontianak, kasus ini kembali terungkap setelah polisi berhasil menangkap sosok yang diduga menjadi otak di balik jaringan tersebut.

Pelaku berinisial MBK ditangkap aparat Polresta Pontianak setelah sempat lama buron. Ia disebut sebagai pihak yang mengatur keberangkatan calon pekerja secara non-prosedural ke Malaysia. Para korban, sebagian besar berasal dari luar Kalimantan seperti Bima, Nusa Tenggara Barat, tergiur dengan janji pekerjaan di perkebunan sawit dengan penghasilan yang dianggap menjanjikan.

Dengan harapan memperbaiki kondisi ekonomi, para korban rela merogoh kocek hingga belasan juta rupiah untuk biaya keberangkatan. Namun, mereka tidak diberangkatkan melalui jalur resmi. Tanpa dokumen lengkap dan perlindungan hukum, para calon pekerja ini berada dalam posisi sangat rentan terhadap eksploitasi.

Kasus ini sebenarnya sudah terendus sejak akhir 2024, ketika aparat menggagalkan upaya pemberangkatan sejumlah PMI ilegal di Pelabuhan Dwikora. Saat itu, jaringan pelaku mulai terungkap. MBK disebut berperan penting dalam mengatur seluruh proses, mulai dari perekrutan hingga pengiriman korban, dengan melibatkan beberapa orang lainnya.

Setelah sempat menghilang dan berpindah-pindah tempat, MBK akhirnya ditangkap saat kembali ke Indonesia pada awal Mei 2026. Hingga kini, proses hukum terus berjalan terhadap para tersangka yang telah diamankan, sementara satu orang lainnya masih dalam pengejaran.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tidak jelas prosedurnya. Di balik iming-iming gaji besar, ada risiko besar yang mengancam, mulai dari penipuan hingga perdagangan orang.

Masyarakat diimbau untuk memastikan setiap proses keberangkatan kerja ke luar negeri dilakukan melalui jalur resmi, agar hak dan keselamatan tetap terjamin. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan