KACA Brunei Pelajari Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif di Pontianak
WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Upaya menghadirkan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan anak penyandang disabilitas terus mendapat perhatian di Kota Pontianak. Salah satunya melalui penguatan layanan asesmen, terapi, pendampingan hingga dukungan bagi sekolah dalam menerapkan pendidikan inklusif.
Hal tersebut menjadi bagian dari pembahasan saat Persatuan Kanak-Kanak Cacat (KACA) Brunei Darussalam melakukan lawatan kerja ke UPT Layanan Disabilitas dan Asesmen Center (LDAC) Kota Pontianak, Kamis (24/9/2026).
Sebanyak 12 orang dari KACA Brunei Darussalam mengikuti kunjungan yang dipimpin H. Awang Abdul Alim bin H. Awang Abdul Othman. Rombongan diterima Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Hermawan Eko Wibowo bersama jajaran.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman mengenai layanan yang dibutuhkan anak penyandang disabilitas, termasuk bagaimana asesmen, intervensi dan pendampingan dapat diberikan secara lebih terpadu.
Hermawan mengatakan, pertukaran pengalaman antara kedua lembaga diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam mengembangkan layanan bagi anak penyandang disabilitas.
“Kami menyambut baik lawatan kerja ini. Bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk saling belajar mengenai pendekatan, program, dan inovasi dalam memberikan layanan yang lebih baik kepada anak-anak penyandang disabilitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan KACA mendapatkan penjelasan mengenai layanan yang tersedia di UPT LDAC Kota Pontianak. Layanan tersebut dirancang untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan anak sekaligus memberikan dukungan sesuai kondisi masing-masing.
Pada layanan disabilitas, LDAC menyediakan asesmen, observasi dan screening, terapi intervensi terpadu, konsultasi psikologi, konsultasi tumbuh kembang anak, konsultasi gizi hingga pemeriksaan kesehatan gigi.
Dengan layanan yang mencakup berbagai aspek tersebut, kebutuhan anak tidak hanya dilihat dari sisi pendidikan, tetapi juga dari perkembangan, kesehatan dan kondisi psikologisnya.
“Layanan yang diberikan tidak hanya melihat satu aspek. Kita berupaya memberikan dukungan yang lebih komprehensif sesuai kebutuhan anak,” kata Hermawan.
Selain memberikan layanan secara langsung kepada anak, LDAC juga berperan mendukung sekolah agar semakin siap memberikan ruang belajar yang inklusif.
Dukungan tersebut dilakukan melalui asesmen peserta didik penyandang disabilitas, pendampingan serta penguatan kapasitas Guru Pendamping Khusus (GPK) dan dukungan teknis bagi satuan pendidikan.
Hermawan menilai dukungan kepada sekolah dan guru penting agar anak penyandang disabilitas dapat memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
“Prinsipnya, setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan yang sesuai kebutuhannya. Karena itu, dukungan terhadap sekolah dan guru juga menjadi bagian penting dari layanan LDAC,” jelasnya.
Menurutnya, pengalaman yang dibagikan KACA Brunei Darussalam maupun LDAC Pontianak dapat menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita tentu memiliki pendekatan dan pengalaman masing-masing. Dari pertemuan seperti ini, kita bisa melihat praktik-praktik baik yang memungkinkan untuk dikembangkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Kunjungan tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan kedua lembaga dalam mendorong lingkungan yang semakin ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Hermawan menegaskan, pengembangan layanan pada akhirnya diarahkan agar anak penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk mendapatkan pendampingan, pendidikan serta dukungan tumbuh kembang.
“Kita ingin layanan ini terus berkembang, semakin terpadu dan berkelanjutan. Yang paling penting, setiap anak penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang,” pungkasnya. (*istimewa)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

