Jarak Pandang Mulai Membaik, Aktivitas Warga Kalbar Berangsur Normal
WWW.ZONAPONTI.COM, KALIMANTAN BARAT – Kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan Barat mulai membaik setelah sebelumnya terganggu asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Perubahan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas dengan kondisi yang lebih aman, terutama bagi warga yang bepergian menggunakan kendaraan maupun melakukan kegiatan di luar rumah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalbar, Novel, mengatakan jarak pandang di Kabupaten Sambas saat ini sudah kembali normal.
“Untuk jarak pandang, untuk kemarin dan hari ini sudah cukup membaik. Contohnya kita lihat di Kabupaten Sambas ini sudah boleh dikatakan kembali normal karena jarak pandangnya sudah lebih dari 5 kilometer,” ujar Novel, Sabtu (26/9/2026).
Meski membaik, kondisi di sejumlah daerah masih belum sepenuhnya stabil. Ketapang, Sintang, Melawi, dan Pontianak sebelumnya sempat mengalami jarak pandang di bawah 1 kilometer.
Di Pontianak, jarak pandang pada Sabtu dini hari hingga pagi berangsur meningkat menjadi sekitar 2 hingga 5 kilometer. Kondisi ini membuat jarak pandang bagi pengguna jalan lebih baik dibandingkan saat asap masih tebal.
Sementara di Ketapang, kondisi masih berubah-ubah. Jarak pandang sempat berada di atas 2 kilometer pada pukul 00.00 hingga 03.00 WIB, kemudian kembali turun menjadi sekitar 1 hingga 2 kilometer mulai pukul 04.00 WIB.
Karena kondisi dapat berubah dalam waktu singkat, masyarakat di wilayah yang masih terdampak asap tetap perlu memperhatikan jarak pandang dan kondisi udara sebelum bepergian atau melakukan aktivitas di luar rumah.
Bagi pengguna kendaraan, jarak pandang yang kembali menurun juga perlu diantisipasi karena dapat mengurangi visibilitas di jalan.
BPBD Kalbar masih memantau perkembangan kondisi di sejumlah wilayah sekaligus melanjutkan penanganan karhutla. Perubahan cuaca, arah angin, dan kondisi asap menjadi faktor yang dapat memengaruhi jarak pandang masyarakat.
Perbaikan jarak pandang menjadi perkembangan positif bagi aktivitas warga. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan hingga kondisi karhutla dan kualitas udara di Kalbar benar-benar stabil. (*istimewa)
Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti
Website Kami

