Zona Ponti

Air Bersih untuk Cuci Darah Jadi Prioritas, Pemkot Pontianak Pastikan Pasokan Tetap Terjaga

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau fasilitas booster Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Rabu (2/9/2026). Teknologi RO dioptimalkan untuk menghasilkan air berkualitas tinggi yang diprioritaskan bagi rumah sakit, terutama layanan cuci darah.

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Di tengah kondisi air baku yang belum sepenuhnya normal, Pemerintah Kota Pontianak terus memastikan kebutuhan air bersih untuk masyarakat tetap terpenuhi. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pasokan air untuk rumah sakit, khususnya fasilitas kesehatan yang melayani pasien cuci darah.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa terus menjaga keandalan pasokan air bagi rumah sakit. Dukungan teknologi reverse osmosis (RO) menjadi salah satu solusi untuk menghasilkan air dengan kadar garam yang jauh lebih rendah.

Teknologi tersebut mampu menurunkan kadar garam air dari 1.129 miligram per liter menjadi 29 miligram per liter. Angka tersebut berada jauh di bawah ambang batas 250 miligram per liter.

“Sampai saat ini, dengan teknologi yang dimiliki PDAM, kapasitas RO kita bisa menurunkan kadar garam dari 1.129 menjadi 29 miligram per liter. Ambang batasnya di 250 miligram per liter,” ujar Edi saat meninjau booster di Kantor Perumda Tirta Khatulistiwa, Rabu (2/9/2026).

Menurut Edi, air hasil pengolahan RO tersebut secara kualitas sudah dapat dikonsumsi langsung. Namun, kapasitas produksinya masih terbatas, yakni sekitar 25.920 meter kubik per hari.

Karena itu, pemanfaatannya saat ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit. Langkah tersebut dinilai penting karena layanan kesehatan, terutama cuci darah, membutuhkan air dengan kualitas dan ketersediaan yang terjaga.

“Fokus kita adalah bagaimana output dari teknologi ini dikonsentrasikan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit-rumah sakit yang melayani proses cuci darah di Kota Pontianak,” jelasnya.

Di sisi lain, kebutuhan air bersih masyarakat sehari-hari tetap menjadi perhatian pemerintah. Untuk memperkuat pasokan bagi warga, Pemkot Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa masih mengupayakan tambahan sumber air tawar.

Salah satunya melalui pemanfaatan air dari Waduk Penepat. Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala teknis di kawasan Kuala Mandor.

Meski begitu, layanan air untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan kakus (MCK) tetap berjalan. Pemerintah juga terus mengoptimalkan berbagai cara agar warga tetap mendapatkan akses air selama kondisi sumber air baku belum kembali normal.

Upaya itu dilakukan dengan mengoptimalkan sumber air tawar yang tersedia, memperkuat distribusi melalui titik-titik layanan, mengerahkan mobil tangki, serta memanfaatkan teknologi pengolahan air yang dimiliki.

Bagi warga, ketersediaan air bukan hanya soal kenyamanan sehari-hari. Air juga menjadi kebutuhan penting bagi keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Kita terus upayakan agar tambahan pasokan air tawar bisa terpenuhi secara kontinu dalam situasi seperti sekarang,” pungkas Edi. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan