Zona Ponti

Hampir 4 Juta Liter Air Disalurkan, Warga Pontianak Diminta Tak Panik

Wako Edi Pantau Langsung Distribusi Air Bersih (*istimewa)

WWW.ZONAPONTI.COM, PONTIANAK – Kebutuhan air bersih masyarakat menjadi perhatian Pemerintah Kota Pontianak di tengah kemarau panjang dan meningkatnya kadar garam pada sumber air baku akibat intrusi air laut.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memantau langsung distribusi air bersih di Booster Imam Bonjol Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Selasa (15/9/2026) sore. Dari lokasi tersebut, mobil tangki, kendaraan pemadam kebakaran hingga mobil pikap yang membawa tong air silih berganti mengisi pasokan untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Air bersih tersebut disalurkan ke masyarakat di enam kecamatan dan 29 kelurahan, termasuk melalui sejumlah tempat publik yang menjadi titik layanan.

Edi memastikan ketersediaan air minum untuk masyarakat masih aman. Setiap hari, sekitar 1 juta liter air minum diproduksi dan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kondisi air baku.

“Setiap hari kita memproduksi 1 juta liter air yang kita distribusikan ke masyarakat di enam kecamatan dan 29 kelurahan,” ujarnya.

Menurut Edi, masyarakat tidak perlu panik karena stok air minum masih tersedia. Pemerintah bersama Perumda Tirta Khatulistiwa terus mengatur distribusi agar pasokan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Penyaluran dilakukan melalui tempat penampungan, masjid-masjid yang bersedia menjadi titik layanan, serta lokasi lain yang dinilai membutuhkan pasokan air.

Dalam empat hari terakhir, hampir 4 juta liter air telah disalurkan kepada masyarakat. Edi memastikan produksi dan cadangan air masih terus dijaga.

“Alhamdulillah, sejak empat hari yang lalu kita sudah mendistribusikan hampir 4 juta liter. Stoknya masih tersedia dan cadangannya juga masih banyak,” katanya.

Untuk memperkuat pasokan, Pemkot Pontianak juga menyiapkan sumber air baku tambahan dari Desa Radak, Kecamatan Terentang. Air tersebut diangkut menggunakan tongkang dan dipersiapkan sebagai cadangan selama kondisi sumber air baku utama belum sepenuhnya normal.

Untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah barat, tongkang pembawa air dari Radak akan ditempatkan di kawasan Nipah Kuning. Masyarakat nantinya dapat mengambil air dari titik tersebut sesuai mekanisme distribusi yang disiapkan pemerintah.

“Untuk wilayah barat, nanti malam tongkang yang membawa air dari Desa Radak, Terentang, akan kita cadangkan di Nipah Kuning. Masyarakat nantinya bisa mengambil dari sana,” ujar Edi.

Tak hanya satu tongkang, pemerintah juga menyiapkan armada kedua dengan kapasitas sekitar 5.000 ton. Rencananya, tongkang tersebut ditempatkan di kawasan Parit Mayor untuk memperkuat pelayanan air di wilayah utara.

“Besok insya Allah tongkang kedua yang muat sekitar 5.000 ton akan kita tempatkan di Parit Mayor, dan nanti kita coba untuk wilayah utara,” katanya.

Langkah menggunakan tongkang menjadi bagian dari upaya darurat pemerintah agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama kualitas air baku belum kembali normal.

Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci, Perumda Tirta Khatulistiwa tetap menjalankan produksi air sekitar 2.000 liter per detik. Namun, tingginya kadar garam pada sumber air baku membuat sebagian wilayah masih menerima air dengan rasa asin, sementara wilayah lainnya mulai mendapatkan air yang lebih tawar karena adanya tambahan sumber air dengan kadar garam lebih rendah.

“Untuk air cuci dan mandi tetap kita produksi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah terus berupaya menjaga pasokan,” kata Edi.

Pemerintah Kota Pontianak memastikan pola distribusi akan terus dievaluasi berdasarkan kebutuhan di lapangan. Dengan begitu, bantuan air diharapkan dapat lebih cepat menjangkau warga yang membutuhkan, terutama di wilayah yang paling terdampak gangguan kualitas air baku. (*istimewa)

Temukan Berita terbaru kami di Zona Ponti

Website Kami

Iklan